Beranda > Catatan > Angka kemiskinan yang ini darimana??

Angka kemiskinan yang ini darimana??

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah penduduk miskin per Maret 2008 berkurang 2,21 juta orang atau menjadi 15,42 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Saat itu, angka kemiskinan mencapai 37,17 juta orang atau 16,58 persen. Begitu pula, angka pengangguran berkurang 1,12 juta orang.

Entah kenapa kalo bicara angka selalu terjadi selisih yang sangat signifikan antara kenyataan di lapangan dengan laporan yang disuguhkan di koran-koran.

Ambil saja angka 15 persen itu .. di kecamatan dengan tugas melayani orang miskin yang katanya dipelihara oleh negara saya berhadapan dengan angka penduduk miskin yang kurang lebih 4 kalinya .. mari berhitung .. di Kecamatan Krejengan ini ada 33.600 penduduk. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang diberikan kepada masyarakat miskin turun dalam bentuk kuota masyarakat miskin yang harus dilayani. Berdasarkan data BPS yang ada maka untuk kecamatan ini mendapatkan kuota 21.760 (64,76% dari jumlah penduduk).

Angka ini saja masih belum mencukupi menampung orang miskin yang seharusnya dilayani oleh puskesmas. Kenapa demikian? Karena sebelum pertengahan tahun kemaren, dengan keinginan memperbaiki data, standar kemiskinan terakhir yang digunakan diterapkan pada penduduk desa. Dan Hasilnya? Dari 21.760 kuota miskin itu masih harus ditambahkan lagi sekitar 3500an. Bayangkan! Sudah demikian susahnyakah masyarakat kita? Mungkinkah angka-angkanya yang salah? Atau mungkin di tempat saya dan beberapa kecamatan di probolinggo ini memang sekitar 60%an sedang di tempat lain bebas dari kemiskinan sehingga kalo dibagi se-Indonesia jadi ketemu angka 15%. Wah.. wah ..

Angka kemiskinan yang dilansir BPS itu tentu banyak menimbulkan pro dan kontra, terlebih pasca kenaikan harga BBM. Banyak kalangan memperdebatkan akurasinya. Terlepas dari itu semua, satu hal yang pasti bahwa angka kemiskinan, berapa pun jumlahnya, jelas tidak bisa dianggap enteng. Kemiskinan merupakan teror sehari-hari yang menuju pada pembusukan suatu peradaban.

Categories: Catatan Tag:, , ,
  1. 26 Februari 09 pukul 14:46 | #1

    di banyak daerah angka-angka suka jadi permainan…
    seorang pejabat pernah berkata : “Ah…angka-angka ? Data ?… saya tak percaya itu…”
    “Dulu waktu saya masih di desa… kalau diminta data saya langsung saja berikan…tapi …sssttt… itu angka buatan saja !, maka saya tak suka melihat angka !”
    Begitu banyak kondisi buruk dari sekeliling kita…. berseliweran…

    • 28 Februari 09 pukul 4:34 | #2

      Ya itu bikin semangat dari sektor lain jadi kendor lagi .. sini mati-matian sana asal-asalan :-)

  1. Belum ada trackback.