<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Komprehensif menurut Puskesmas Sukodono</title>
	<atom:link href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com/2008/08/03/komprehensif-menurut-puskesmas-sukodono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://puskesmasdotinfo.wordpress.com/2008/08/03/komprehensif-menurut-puskesmas-sukodono/</link>
	<description>One Piece from work .. Another from society</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 11:57:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: kang Ton</title>
		<link>http://puskesmasdotinfo.wordpress.com/2008/08/03/komprehensif-menurut-puskesmas-sukodono/comment-page-1/#comment-1262</link>
		<dc:creator>kang Ton</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 04:30:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://puskesmasdotinfo.wordpress.com/2008/08/03/komprehensif-menurut-puskesmas-sukodono/#comment-1262</guid>
		<description>salam kenal pak...
Menarik sekali dunia puskesmas kita ya... maklumlah katanya teman dewan diantara satker yang ada di pemkab (kalo di ngawi) yang paling pinter adalah dinas kesehatan, karenanya pasti asyik dinamika di dinkes dan puskesmas.
Untuk index nomor register memang menjadi masalah bagi pelaksana simpus di daerah masing-masing. (termasuk di BKN dengan mengganti NIP baru yg uniq). intinya sebenarnya index tidak menjadi masalah, misalnya data digabungkan dengan data puskesmas lain maka akan ada tambagan di id atau noregnya. yang menjadi masalah kalo ada pasien luar daerah.. 
Mungkin sebenarnya bisa diambil kebijakan untuk px luar daerah pake kode tertentu, atau database register pasien digabungkan di tingkat kab. dan di kembalikan ke puskesmas masing-masing. jadi data base pasien 1 puskemas memuat seluruh noreg px kabupaten. (sekedar biodata, untuk rekammedis tatap ada di puskesmas masing2).
Kami tunggu tulisan dan kritikannya untuk kemajuan kita bersama.

Salam Sukses...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal pak&#8230;<br />
Menarik sekali dunia puskesmas kita ya&#8230; maklumlah katanya teman dewan diantara satker yang ada di pemkab (kalo di ngawi) yang paling pinter adalah dinas kesehatan, karenanya pasti asyik dinamika di dinkes dan puskesmas.<br />
Untuk index nomor register memang menjadi masalah bagi pelaksana simpus di daerah masing-masing. (termasuk di BKN dengan mengganti NIP baru yg uniq). intinya sebenarnya index tidak menjadi masalah, misalnya data digabungkan dengan data puskesmas lain maka akan ada tambagan di id atau noregnya. yang menjadi masalah kalo ada pasien luar daerah..<br />
Mungkin sebenarnya bisa diambil kebijakan untuk px luar daerah pake kode tertentu, atau database register pasien digabungkan di tingkat kab. dan di kembalikan ke puskesmas masing-masing. jadi data base pasien 1 puskemas memuat seluruh noreg px kabupaten. (sekedar biodata, untuk rekammedis tatap ada di puskesmas masing2).<br />
Kami tunggu tulisan dan kritikannya untuk kemajuan kita bersama.</p>
<p>Salam Sukses&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
