Pelatihan SIMPUS Probolinggo

Standard

Hari Kamis s.d Sabtu ini saya, febri dan bu Sol [koord KIA] dilatih penggunaan Simpus Ngawi Probolinggo. Dengan ditandatanganinya MoU antara 2 kabupaten maka resmilah sekarang yang ada pada kami disebut sebagai Simpus Probolinggo.

Banyak sekali bahan yang menarik untuk dibahas di blog ini terutama yang kaitannya dengan Simpus.

Pengantar Simpus Probolinggo

HeriBertugas memberikan petatah petitih [1][2] [diganti jadi] membuka acara kali ini, Bossnya Kepala Bidang Pengembangan Kesehatan, Heri Subagyo, SKM. Beliau mempresentasikan yang umum-umum mulai dari latar belakang, visi-misi sampai dengan rencana kerja. Di bawah ini adalah sebagian presentasi beliau yang sudah dialihkan dari powerpoint :

Strategi utama Depkes ke 3 Sasaran ke 14 adalah berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based diseluruh Indonesia.
Latar Belakang
– Keperluan data bagi pengambil keputusan
– Strategi Nasional spt disebutkan diatas. dahulu hanya merupakan sub dari subsistem. sekarang sudah sub sistem
Secara umum kondisi di Probolinggo belum menjawab strategi nasional ini. Kecepatan dan keakuratan data belum maksimal.

Visi-Misi
Visi : Sikda yg evidence based di seluruh Kabupaten Probolinggo

Misi :
1. Meningkatkan perangkat pendukung SIK di puskesmas.
2. Meningkatkan yanpublik dlm memperoleh informasi kesehatan.
3. Menciptakan payung hukum pelaksana SIKDA

Sasaran : pada akhir th 2010 telah tersedia dan dimanfaatkannya
data informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengambilan keputusan kebijakan bidang kesehatan di Kebupaten Probolinggo.

Indikator :
Telah terbentuknya jaringan komputer online dari seluruh puskesmas, rumah sakit dan pelayanan swasta yg dimanfaatkan untuk komunikasi data dan informasi secara terintegrasi dalam kerangka SIKDA.

Indikator Target Tahunan

2007-terselenggaranya pemenuhan hardware
2008
telah terselenggara pengelola sikda yang handal di puskesmas (100%) dan terbentuknya jaringan berbasis web.
2009telah terselenggara jaringan komunikasi data online terintegrasi antara seluruh puskesmas, rumah sakit, pelayanan kesehatan swasta, dg dinas kesehatan kabupaten probolinggo.
2010-s.d.a

analisis situasi

Renja 2008

  • Pelatihan OS dan LAN di puskesmas dg tujuan : pembenahan sendiri kerusakan puskesmas
  • Sosialisasi software aplikasi pengolah data dari ngawi (unicef)
  • Pembentukan ulang tim sikda (hardware & software)
  • Pelatihan pembuatan program aplikasi pengolah data puskesmas (unicef)
  • Pembuatan jaringan data berbasis web dinkes kabupaten payung hukum & sistem kesehatan kabupaten pengelolaan sikda

Renja 2009

  • Pemenuhan hardware
  • Peningkatan brainware
  • Pengadaan jaringan online puskesmas (50%)
  • Pelaksanaan jaringan komunikasi data online terintegrasi antara seluruh puskesmas, rumah sakit, pelayanan kesehatan swasta
  • Pelayanan publik via teknologi inform (ex. SMS gateway)

Renja 2010

  • Pengadaan jaringan online puskesmas (100%)
  • Pelaksanaan komunikasi data online antaraseluruh puskesmas dan jaringannya, rumah sakit, dan sarana kesehatan swasta
Pemanfaatan JARINGAN ONLINE :
  • Utama : Komunikasi Data
  • Informasi Eksekutif
  • Teleconference & VoIP
  • Distance Learning
  • Digital Library Service
  • Web-Based Networking
  • e-Procurement
  • Tele-Medicine

Pak Heri yang marathon sprint membawakan bahan ini di hadapan 20-an bidan desa, operator komputer dan 2 orang (saja) kepala puskesmas membuat saya ternganga-nganga dan tahu-tahu presentasi telah diakhiri dengan slide terima kasih .. tanpa ada kesempatan bertanya. Saya hanya sempat nyeletuk “jaringan online-nya mau memanfaatkan teknologi apa?” yang dibalas beliau dengan melemparkan kepada tim hardware kabupaten. hhhhh ..

Diskusi tentang Pengantar SIMPUS

Baiklah. Tanpa bermaksud mengecilkan perjuangan yang telah dilakukan oleh dinas kesehatan hingga sampai di titik ini .. penyampaian kebijakan jangka pendek [saya anggap demikian karena kurang dari 5 tahun] ini penuh dengan pertanyaan yang bisa didiskusikan lebih jauh, bahkan di beberapa bagian memerlukan sekedar definisi untuk tahu dulu apa sih artinya sebelum sampai pada gembar-gembor keinginan meng-implementasi suatu teknologi yang tidak bisa dijelaskan.

1. Meningkatkan Perangkat Pendukung Sistem Informasi di Puskesmas

Mungkin yang dimaksud beliau perangkat pendukung adalah Hardware, Software dan Brainware, yang telah dijelaskan diatas keadaan riil saat ini dan keinginan yg ingin dicapai. Dalam peningkatan perangkat ini nampak sekali antara misi, keadaan yg ingin dicapai dan rencana kerja serta wacana pemanfaatan teknologi tidak dijaga korelasinya. Kalau dilihat konteks cerita dari visi-misi sampai rencana kerja yang entah diambil dari makalah mana tampaknya dinkes berpikiran untuk maju 5-10 tahunan ke depan paling sedikit dengan jangka waktu 2 tahun. Indikasi ini tampak dari konteks bercerita tentang teknologi online yang ingin dimiliki dinkes sampai bisa menghubungkan antara puskesmas dan bidan di desa, juga dengan penyedia layanan swasta. Sayangnya pada saat menyampaikan keinginan bentuk hardware, software dan brainware yang mendukung proses yang diinginkan ini tidak dikemukakan sama sekali atau memang terlupa, atau memang tidak tahu.

Keinginan agar puskesmas bisa memiliki rata-rata 7 perangkat komputer harusnya disertai pemikiran pemeliharaan peralatan yang sama sekali tidak mudah. Alih-alih memberikan solusi malah hanya diberikan point swadaya dan swadana.

Logo-PLNApakah sudah dipikirkan kebutuhan listrik yang diperlukan untuk menjalankan 7 komputer di satu puskesmas. Berandai-andai satu stavolt menggunakan 350 watt saja maka perkiraan 7 komputer mengharuskan puskesmas berpindah ke 2200 watt. Itu juga harus memperhitungkan

  • kulkas imunisasi (yang sekarang semua dijalankan menggunakan listrik),
  • sterilisator listrik (kebanyakan punyanya ini) yang walaupun hanya 1 kali sehari tapi banyak nyedot dayanya,
  • kursi gigi
  • belum lagi tambahan seperti beberapa puskesmas rawat inap yang makan pasiennya dengan menyediakan sendiri (bukan outsourcing) berarti tambahan kulkas makanan,
    yang ruangan kepala puskesmasnya dan ruang pertemuannya  ber-AC,

yang notebene masing-masing merasa bagian penting dari berjalannya sistem di PKM sehingga pasti terjadi konflik kepentingan.

money Selain memikirkan besarnya daya yang dibutuhkan, perlu diingat pula besarnya biaya yang harus dianggarkan untuk kebutuhan tersebut. Peningkatan di tahun 2009 untuk hardware berarti juga harus menganggarkan peningkatan daya menjadi 2200+ berarti tambahan 100jutaan riil APBD, instalasi kabel dll. Pemeliharaannya 2200watt itu untuk lembaga sosial dengan 7 komputer dengan 2 kulkas, lampu2 rawat inap seperti di PKM Krejengan ini tiap bulannya terbebani 350-500ribu rupiah. Apakah ini siap ditanggung oleh puskesmas, atau konsepnya nanti akan ditanggung semua oleh Pemda?

Pernahkan juga terpikir bagaimana melestarikan 7 komputer dalam waktu bertahun-tahun, sisi hardware saja .. bagaimana mau mengadakan pemeliharaan? Apakah setelah 1 tahun dikira tidak akan ada biaya pemeliharaan yang berupa pembelian komponen? Dengan mempertimbangkan listrik byar-petz begini  apa tidak ada kemungkinan terjadi hard disk yg bad sector, motherboard yg tiba-tiba ngadat, layar monitor yg tiba-tiba ikut byar-petz? Terus dengan standar Pentium 4 sudahkah terpikir sumber daya yang harus mengikuti, seperti memori, 1Gb ternyata masih lemot untuk sistem baru ini, dan pemeliharaan pada saat ada yang ngadat akan sama murahnya .. [atau sama mahalnya?]

Terus mau menggunakan dana apa pemeliharaan semua itu? Apa beres hanya dengan

s  w  a  d  a  n  a dan s  w  a  d  a  y  a ?

ini maksudnya puskesmas sendiri yang mengadakan atau mau dibebankan ke pemerintah daerah [yang notebene tidak mungkin]. Apakah kata-kata swadana ini hanya timbul karena ada puskesmas yang tiba-tiba sanggup beli komputer 2 sekaligus dengan dana yang asalnya dari antah berantah?

Lalu, apakah sudah disadari bahwa dari target pencapaian tahun 2007 saja sampai dengan saat ini belum tercapai bahkan baru mau akan dicapai tahun 2009?

Ya ampun, itu baru hardware dan belum lagi hardware yang kaitannya dengan jaringan online yang targetnya ingin dicapai tahun 2009 ini ? .. Yang bahkan didalam kondisi yang diharapkan, tidak ditulis sedikitpun bentuknya apa? Atau memang karena tidak mengharapkan terbentuk suatu jaringan online sampai dengan 2010 ini maka tanpa sengaja tidak tertulis. Atau seperti yang tersirat dari caranya si Boss .. mereka belum tahu apa-apa bagaimana nanti maunya jaringan ini .. hihihi .. ini bahkan lebih gawat. Atau dari yang disampaikan oleh Pak Kabid, tampaknya Dinkes belum mempersiapkan cara atau rancang bangun jaringan online ini nanti seperti apa.

Sikap saya tentang software sudah saya nyatakan disini dan disini, dan sebagai tambahan ternyata dinkes belum punya gambaran tentang bagaimana agregator data dari simpus-simpus yang ada di puskesmas ini nantinya. Apakah program-program itu akan setor data melalui media apa. Bahkan disebutkan bahwa data tetap akan dicetak. Hanya saja sekarang dinas yang menyesuaikan .. kalo dulu cetakan kita dianggap tidak sesuai dengan patron dinas, sekarang dibalik, semua cetakan puskesmas harus bisa dimanfaatkan oleh dinas. hehehe .. bener2 ideal. Oke lah mungkin dengan makin berkembangnya pengetahuan, para punggawa software Ms. Access yang semua di puskesmas m a s i h bajakan.com itu maka mungkin suatu saat akan sampai juga kita bisa bikin laporan yang sesuai dengan keinginan dinas — atau ya terima saja sama seperti saat ini. Tapi apa bisa itu dicapai tahun 2010?

Mas Anis sempat sedikit surprise dengan kondisi berbeda software di satu kabupaten, tapi sebagaimana abang pakar ini bilang sebenarnya yang perlu adalah integrasinya. Nah siapkah dinas?

Bagaimana pula dengan brainware? Apakah pernah terpikir yang sekarang dilatih ini belum maksimal. Ya mungkin itu kemampuan yang sekarang ada. Tapi membebani dengan target yang demikian muluk harusnya tidak hanya dilatih dalam 3 hari seperti ini. Mungkin bahkan sampai dengan motivasi saja harus diberikan pelatihan tersendiri kepada setiap penyelenggaranya. Nah bagaimana lagi sampai dengan 2010 akan diharapkan setiap penyelenggara pelayanan swasta bisa menjadi rekanan yang se-ide. bukankah ini juga menuntut mereka untuk dilatih?

Itu baru dari segi Pengetahuan. Bagaimana pula mau meluruskan sikap para pelayan kesehatan yang sekarang sudah terbuai dengan bisa praktek dokter-dokteran dan mendapatkan jasa darinya? Bagaimana bisa menjamin semua penyedia pelayanan tadi mau bekerja sama bila sudah kaitannya dengan setoran retribusi?

Apakah hal yang begini digampangkan oleh para satria penjunjung software baru ini akan bisa berubah serta merta. Sayang sekali saya merasa sikap tidak mau tahu dari satria-satria bergitar ini kelak akan jadi kesulitan bagi kepala puskesmas. [berdasarkan pengalaman.com] *cengar-cengir sambil menutupi tanduk yang mulai keluar*

2. Meningkatkan Yanpublik dalam memperoleh informasi kesehatan

Apa ya yang ada dalam pemikiran temen-temen di dinkes, kok yang muncul dalam kebijakan di tahun 2009 itu ada yang namanya SMS gateway? Apakah informasi tidak bisa disederhanakan sampai harus kita terpaksa menyelenggarakan SMS Gateway? Siapa yang akan menjaga sistem ini? Dinas? Badan swasta tertentu? Konsepnya tidak begitu jelas ..

Ngomong-ngomong, mari kita tengok lagi definisi pelayanan publik dan karakteristiknya :

Ada lima karakteristik yang dapat dipakai untuk membedakan ketiga jenis penyelenggaraan pelayanan publik tersebut, yaitu:

Adaptabilitas layanan. Ini berarti derajat perubahan layanan sesuai dengan tuntutan perubahan yang diminta oleh pengguna.

Posisi tawar pengguna/klien. Semakin tinggi posisi tawar pengguna/klien, maka akan semakin tinggi pula peluang pengguna untuk meminta pelayanan yang lebih baik.

Type pasar. Karakteristik ini menggambarkan jumlah penyelenggara pelayanan yang ada, dan hubungannya dengan pengguna/klien.

Locus kontrol. Karakteristik ini menjelaskan siapa yang memegang kontrol atas transaksi, apakah pengguna ataukah penyelenggara pelayanan.

Sifat pelayanan. Hal ini menunjukkan kepentingan pengguna atau penyelenggara pelayanan yang lebih dominan.

Apa sih kira-kira bentuk teknologi yang bisa menjembatani informasi 5 karakter di atas dari si penyedia pelayanan dan pengguna dalam hal ini publik? Apa harus berupa SMS? bagaimana bentuknya?

Harga[spasi]khitan[spasi]puskesmas krejengan[send ke 2206]

“Terima kasih. Anda no +6281234xxxx telah diregistrasi untuk dikhitan ke 3 kalinya di Puskesmas Krejengan dengan biaya Rp. 50.000,- selanjutnya kirim reg[spasi]perdarahan pada 2206 untuk mengetahui resiko yang bisa terjadi” huahahahahakhakahaklak .. jadi tinggal berapa pendek tuh barang

Apa ngga berlebihan seperti cara menyontohkan yang juga dilebih-lebihkan ??.. apa ngga sebaiknya dengan memperbaharui dan menyegarkan kembali bagaimana cara kita menyampaikan bahasa medis sebagai pengetahuan dan hasil pelayanan kepada pengguna. Misalnya dengan menampilkan papan data yang lebih atraktif memanfaatkan printer warna dan gambar2, operatornya dilatih untuk bikin gambar-gambar menarik, bahkan mungkin dilombakan. Atau sedikit diatasnya menampilkan slide hasil pelayanan dengan di narasi ditambah sedikit promosi yang mengena di layar tv di ruang tunggu ? Eitss tambah lagi dong watt yang digunakan puskesmas pada jam pelayanan? wah-wah repot yaa..

Malah kayaknya lebih berbobot kepala puskesmas atau dokter puskesmas dilatih cara presentasi dengan menggunakan powerpoint dan diminta menyampaikan kepada badan penyantun puskesmas (BPP) hasil pelayanan yang sudah maksimal. Dari pada mengharapkan ada registrasi seperti ini :

reg[spasi]hasil pelayanan[send 2206]

“selamat anda telah berlangganan hasil pelayanan SMS mingguan dari puskesmas krejengan. Minggu 28 tahun 2008 hasil pelayanan di poli umum 356 pasien umum, 215 pasien jps dan 112 pasien askes dan lain-lain. 3 penyakit terbanyak adalah ISPA : 222; Penyakit lain-lain 221; Diare : 100 dan penyakit kulit karena infeksi 98; asma … untuk tiap sms anda dikenakan biaya sms premium Rp.2.500” — oh betapa tidak diperlukan info ini ..

hehehe maaf saya ngga bisa nahan untuk nulis ini ..

3. Payung Hukum.

Tanpa banyak basa-basi. Ya, setuju berat dan sangat. Yang mengherankan kenapa hal se-penting dan se-ringan ini malah di belakang tempatnya ? bukankah ini bisa lebih kupipas dari perdaperda yang udah pernah disusun? [sinis mode ON]

Urun Rembuk Solusi

Saya ingin mengajak kita betul-betul memikirkan arah pengembangan sistem informasi dengan tidak terburu-buru memikirkan mencapai target yang bahkan oleh depkes tidak diharapkan dicapai dalam misi percepatan Indonesia Sehat 2010.

Tujuan Realistis

Di tahun 2010 hendaknya

  • ada payung hukum yang menaungi kegiatan sistem informasi berbasis elektronika di dinas kesehatan dan jajaran.
  • setiap puskesmas bisa memberikan gambaran mengenai wilayah kerjanya dengan lebih informatif kepada masyarakat di wilayah kerjanya atau masyarakat pemerhati kesehatan.
  • data yang diberikan adalah data valid, bukan data sampah. Sehingga laporan yang disampaikan adalah laporan evidence based.

Sebenarnya ini kan yang mau dicapai? Bagaimana kalau kita diskusikan dulu bagaimana kita mencapainya dan dalam bentuk apa, sebelum kita beranjak media software SIMPUS apa yang akan dipakai.

Untuk payung hukum, yak, segera kupipas, tambah kiri kanan, kurangi atas bawah, jembreng abis pokoke ..

Untuk menyampaikan gambaran wilayah  dengan informasi yang bisa diterima masyarakat maupun yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat pemerhati kesehatan kita membutuhkan :

  • Suatu sistem pencatatan yang bisa memunculkan analisis sederhana.
  • Atau database yang bisa diolah dengan bentuk grafik-grafik yang bisa dicerna lebih mudah oleh khalayak ramai.
  • Dan Database yang menghasilkan angka-angka teknis yang sudah biasa kita temui misalnya angka kesakitan dan angka kematian dll.

Untuk mendapatkan data yang valid, sehingga laporan bisa dianggap sebagai evidence based kita membutuhkan :

  • Suatu sistem database yang bisa mendata semua proses pelayanan.
  • Suatu sistem pendukung keputusan dan database untuk mengolah program-program yang kaitannya erat dengan kemasyarakatan.
  • Suatu mekanisme pencatatan yang bisa mencakup keseluruhan pelayanan tanpa menimbulkan kesulitan di berbagai pihak. Ini lebih kepada brainware-nya yang harus tepat dan jujur data.

Kebutuhan ini digunakan di puskesmas untuk kegiatan-kegiatan yang menghasilkan data seperti :

  • Kegiatan pelayanan rawat jalan. Termasuk di dalamnya adalah : poli umum, poli KIA, poli Gigi, UGD, laboratorium, apotek dan loket. Termasuk juga pelayanan yang dilaksanakan di desa dan rujukan.
  • Kegiatan pelayanan rawat inap. Termasuk di dalamnya semua kegiatan rawat inap ditambah dengan pengelolaan obat, alat, laboratorium, rujukan. Termasuk juga didalamnya hasil pelayanan.
  • Kegiatan program yang terkait erat dengan pelayanan, misalnya P2 Tb Paru, Kusta, Peningkatan Gizi  dll
  • Kegiatan program yg bentuknya pemberdayaan : Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan.
Harapan Realistis

Kiranya tidak berlebihan bila mengharapkan Sistem Informasi yang sesuai dengan apa yang dikerjakan dan tujuan yang ingin dicapai dengan porsi yang lebih realistik saja. Tidak usah berlebihan karena desentralisasi pengumpulan data yang berlebihan akan menimbulkan membengkaknya biaya pemeliharaan yang mungkin akan melampaui kemampuan unit kerja.

Yang bisa kita harapkan dari tujuan diatas sebenarnya adalah :

  • Segera mengadakan review terhadap semua perda sistem informasi elektronik yang sudah terbit dan mengusulkan perda yang sesuai untuk probolinggo.
  • Otomasi pencatatan di pelayanan dan program-program yang terkait pelayanan dalam bentuk SIMPUS Rawat Jalan.
  • Otomasi pencatatan di pelayanan rawat inap dan aspek-aspeknya dalam bentuk SIMPUS Rawat Inap.
  • Program/Database sederhana untuk program-program tidak terkait pelayanan.
  • Kesepakatan bersama unsur-unsur pelayanan apa yang bisa ditampilkan ke publik, dan tantangan mempercantik penampilan.
  • Otomasi pengisian rekapan di dinas kesehatan dengan mengadakan program agregator data puskesmas.
  • Pengadaan Hardware yang disesuaikan dengan tingkat pemakaian, tingkat kebutuhan dan kemungkinan pengembangan di satu puskesmas.

Proses yang dilakukan simultan dengan proses diatas antara lain :

  1. membangun terus menerus motivasi, komitmen dan kemampuan pemakai/brainware.
  2. Kompetisi pengembangan software menuju ke paling ideal untuk wilayah probolinggo
  3. mengalihkan data berbasis program ke yang berbasis internet.
Rencana Realistis

Renja 2008

  • Sosialisasi software aplikasi pengolah data dari ngawi (unicef) bagi puskesmas yang sesuai. Puskesmas dengan kemampuan mengoperasikan banyak unit bisa dianggap sesuai disini. Bukan berdasarkan kemauan UNICEF semata yang pada akhirnya tidak bisa berjalan bila UNICEF sudah tidak ada proyek lagi.
  • Pelatihan pengembangan SIMPUS Probolinggo  bagi puskesmas yang ditunjuk.
  • Khusus untuk SIMPUS KIA, Modul lepas bisa dikembangkan tanpa harus merusak tatanan yang sudah matang di beberapa puskesmas.
  • Mengadakan kesepakatan siapa yang bersedia dan siapa yang ingin berkomitmen kontinu mengembangkan program beserta dengan pilihan yang lebih sesuai untuk tiap puskesmas sesuai kondisi lapangan.
  • Menjajagi pengembangan ke arah sistem online, ketersediaan sarana dan kesulitan lapangan yang mungkin terjadi pada saat menghubungkan puskesmas dan dinkes.
  • Kesepakatan data pelayanan yang akan ditampilkan ke publik yang dapat mengharapkan umpan balik dari publik sebagai upaya perbaikan terus menerus (continuing improvement)

Renja 2009

  • Pemenuhan hardware, karena sudah akan digenjot habis oleh bapak bupati di tahun 2009 ini jangan tanggung-tanggung dalam penganggaran. namun tetap harus memperhatikan kemungkinan pemeliharaan sarana yang dilakukan puskesmas pasca penyediaan.
  • Diversifikasi kemampuan brainware, tidak hanya tenaga yang ada di puskesmas, yang di dinas juga harus diperhatikan. Dengan harapan di tahun-tahun 2010 ke atas sudah ada setiap cabang ilmu TI di dinas yang siap menjadi helpdesk dan inovator bagi jaringan unit kerja di bawah dinas.
  • Pengadaan jaringan telepon yang memadai di 100% puskesmas yang dapat digunakan untuk pengiriman data ataupun menghubungkan online.
  • Penyampaian kepada publik secara merata hasil pelayanan yang disepakati dan melatih publik untuk memberikan umpan balik berdasarkan data yang ada.
  • Pelaksanaan jaringan komunikasi data online terintegrasi antara seluruh puskesmas, rumah sakit, pelayanan kesehatan swasta
  • Pelayanan publik via teknologi inform (ex. SMS gateway) forget it!

Renja 2010

  • Evaluasi dan perencanaan bersama PPK dan Publik dalam hal tertentu dari pelayanan.
  • Proses pematangan konsep online database dan pembiasaan kepada unit kerja untuk paperless report.
  • Persiapan pengayaan pemanfaatan jaringan online.

hah .. udah 8 halaman print ?! .. sudah.. sudah .. mungkin juga ngga ada yang baca. Tapi kalo ada pada komen yaa..

Sebenernya saya ingin bicarakan tentang jaringan online yang wacananya udah terlanjur diusung oleh si boss pak Kabid. tapi mungkin di postingan berikutnya aja kali yach ..

Penutup

Barangkali saya juga terlalu berlebihan merencanakan yang saya anggap realistis padahal mungkin di tataran pemikiran pun kita masih harus banyak yang diperbaiki. Tapi se-enggak2nya saya ingin kita sama memikirkan agar rencana yang katanya nanti di tahun 2009 akan ditantang bapak Bupati dalam bentuk kontrak kerja yang ditandatangani bapak bupati dan kepala dinas adalah sesuatu yang dapat kita laksanakan. Bukan sesuatu yang akan ditagih pertanggungjawabannya oleh bapak bupati karena kegagalan kita mewujudkannya.

Tulisan ini saya akhiri dengan cerita ..

Beberapa bulan yang lalu saya memiliki seorang teman yang dengan gagah berkata ..

Saya kecewa melihat semua harus kita kembangkan seakan-akan semua puskesmas adalah sama .. mestinya Puskesmas Krejengan kalau kuat di SIMPUS kembangkan SIMPUS, Puskesmas Sumberasih ingin memilih sistem lain silahkan saja, puskesmas lain ingin mengembangkan sistem lain silahkan sesuai kemampuan. Agar kita punya pembanding, tidak melulu seakan-akan hanya satu – dua puskesmas saja yang dapat perhatian …

Saya kehilangan teman saya yang gagah itu sekarang …

Advertisements

58 thoughts on “Pelatihan SIMPUS Probolinggo

  1. Saya sendiri jadi kurang semangat menulis panjang pak DOK, soalnya takut isinya Daftar Kebutuhan, itu paling banyak mewarnai tulisanku kalo dipanjangin.
    Tapi bukan soal pendek-panjang KOK.
    Kayaknya yang memang butuh dibangun antara kesamaan dan ketidak samaan biarkan hidup. Mungkin di satu titik ketidaksamaan itu punya kesamaan yang bermakna.
    Gonta-ganti Kepala,Bupati,pejabat dan sebagainya itu yang menguji sebuah sistem ya…., banyak sistem ikutan lari kalau penjabatnya pergi… . Padahal operatorpun suka dipergikan… .
    Bagiku apa yang mesti dilakukan untuk solusi masalah adalah sistem itu. Tempat kita mencari pengarahan. Percis kayak Pak Harmoko dulu kalo sudah keluar dari rumah Pak Harto. To????
    Jadi itu yang baiknya disosialisasi.

  2. dr. Agus Yth.:
    Tujuan komentar saya tak terlihat barangkali jadi ditomboki saja lagi.
    Maksud saya sesungguhnya ingin melihat kehadiran Sistem itu “SIMPUS” sebagai peng_arah aktivitas operasional yang kalau tidak pakai maka akan nampak simpangan kegiatan yang tidak akan menyelesaikan soal.
    Maka hadirnya sistem bukan lagi membuat aman-amannya pelaporan dan cantik moleknya kita mengurus gawean di Puskesmas, tetapi perlu memperlihatkan bagaimana peran Sistem untuk mendukung apa yang orang sebut Efisiensi, Efektivitas dan CORRECTIVE ACTION itu.
    Maaf kalo masih belum nyambung, tapi gitu dikepalaku…Mas.
    Wassalam, & Salam buat semua penggemar SIMPUS sdj.

  3. Pak Sjahrir di #1 & #2

    Saya sudah baca kok pak “daftar kebutuhan” yg bapak buat.
    Cuma tadi aksesnya pake hape .. jadi males komen .. takut jempol saya bengkak semua .. soale saya biasanya paling banyak kalo komen .. hehehe..
    Menurut saya ya memang begini kalo ngadu argumen tentang kebutuhan .. isinya akan berkisar tentang list panjang keinginan-keinginan .. dan kesamaan yang ingin kami capai kan sangat jelas .. ingin punya sistem informasi yang handal .. bukan hanya dari cantiknya menampilkan laporan-laporan ..
    kami sama sepakat juga bahwa ini memang menyangkut validitas isi. Titik sorotnya saja yang berbeda.
    Bahwa saya ingin ada yang lebih cantik molek dalam presentasi bukan berarti polesan dalam hasil kegiatan, tapi bagaimana menghadirkan informasi yang lebih mudah dicerna publik .. bahasa medis itu kdg2 sulit lho pak .. terlebih -lebih kalo diimbuhi angka-angka pasti tambah bikin puyeng ..

  4. jojok

    hehe…
    saya gak berani komentar, takut konflik op interes
    tp yang penting banyak yang bisa saya ambil dari tulisan dan pengalaman pak agus menghadapi simpus.
    btw, saya sering banget ketemu pak orang-orang gagah yang akan mengembangkan simpus. ada yg terus dengan gagah maju, yang terus melempem banyak banget, apalagi kalau dah nyangkut money.
    tp untuk yang masalah cantik molek itu saya setuju.. saya jg pingin mencari yang cantik dan molek 😀

  5. Terima kasih mas jojok .. ditunggu-tunggu kok ngga ada komen .. akhirnya nongol juga ..
    dalam buku sistem informasi manajemen yang berbasis komputer yg saya baca , emang untuk menilai komponen-komponennya, daya (listrik) dan pemeliharaan (anggaran) dimasukkan. Jadi ngga kayak dulu lagi cuma hard, soft dan brain-ware.
    kayaknya slip tounge si boss bilang perangkat pendukung itu lebih cocok untuk listrik dan pemeliharaan ini .. kalo Hware, Sware dan Bware sih lebih pas dinamakan komponen utama ..
    Entahlah,.. perkara cantik molek “yg nda nyambung di diskusi ini” moga-moga bisa terwujud karena ada simpus KIA .. hehehe *siap-siap kabur*

  6. jojok

    amiennnnnnnnnnnnnnnnnnnnn…. 😀

    tambah lagi komen sblm meninggalkan warnet..

    saya alhamdulillah dah ada kesempatan keliling ke beberapa daerah dan dinas kesehatan (baik yang sudah mengembangkan sistem onlen, atau yang baru mau akan atau malah blas gak punya rencana pengembangan)

    yang saya temukan : lebih banyak kegagalan drpd keberhasilan. bahkan ada daerah yang lebih ‘lucu’ lagi, sudah membuat rencana pengembangan dalam bbrp tahap (bagus sih) tapi tahap awal gagal total, lha kok pihak pengadaan dgn baik hatinya menawarkan tahap lanjutan.. (mbok ya dibenahi dulu yang ada)

    saya yg ga punya duit kadang malah ikut prihatin, membayangkan puskesmas-puskesmas dhuafa yang saya datangi, cuma punya 1-2 komputer, rebutan lagi makenya.. sambil membandingkan dgn jutaan duit yang dikeluarkan dan dihambur2kan untuk proyek2 gagal itu 😦

    akhirnya, semoga simpus probolinggo yang telah di launching sukses dengan lebih mempersiapkan faktor-faktor pendukung sistem informasi.

  7. Ya karena itu perlu dikaji (eh takut dikira memihak politik)diskusikan.
    Moga-moga ngga jadi kebijakan mubazir .. soale paling ngga kemaren itu kita usung-usung komputer ke dinkes, bolak-balik 3 hari bukannya ngga pake biaya ..
    Sebenernya lebih sip kalo yang kasi komentar “puskesmas dhuafa” (istilah mas jojok lho) ..
    ayo .. saya pengen tahu gimana tanggapannya ..

  8. komet

    maaf nih kalo komennya agak pedas nih. saya pikir orang yg “menghina” pelatihan simpus kmrin agak sdikir error kali. kalo memang g pgn ikutan pelatihan simpus kenapa repot usung2 komputer? tambah pekerjaan aja, lagian daripada cuma “menghina” lebih baik buktikan saja kalo simpus yg dia kembangkan sendiri itu lebih baik. jangan cuma bisa ngomong doang tapi g ada buktinya, apalagi sudah bertahun2 mengembangkan simpus tapi smpai sekarang g ada hasilnya.mungkin dia orangnya cuma bisa ngomong tanpa bisa membuktikan omongannya kali ya….alias palsu …. palsu …. palsu ………………………..

  9. Horeeee .. akhirnya ada juga oposisinya .. selamat datang pak komet. Maaf moga-moga itu bener nama bapak atau ibu .. karena di pkm.info kebebasan berpendapat dijunjung tinggi .. jadi ngga usah takut-takut nulis nama asli anda ..

    “menghina” pelatihan simpus kemarenkenapa repot usung2 komputer?

    *mangut2 trus geleng2 *
    tolong ditunjukkan kalimat mana yang saya menghina pelatihannya ? Yang ingin saya diskusikan adalah kebijakan-kebijakan yg mengikuti pemilihan SIMPUS Probolinggo ini. saya belum bahas sedikitpun tentang simpus-nya.
    Apakah diatas saya keberatan dilatih ? Sy menghargai diberikan ilmu, justru dengan itu sy terbuka wawasan .. dan mungkin karena itu sy juga rela diperintah dinas usung-usung komputer. Lagipula, om/tante, saya ini orang di akar rumput. Kalo dinas memerintahkan apa, saya itu manut .. dimana saya bisa curhat? .. ya di blog ini .. dan disini saya bisa jadi kepala puskesmas presiden atas wilayah blog ini ..

    Ada yang seneng dengan tulisan saya .. silahkan terus ikuti ..

    Ngga seneng, silahkan berkomentar, saya sediakan kok kolomnya.

    Mau nulis sendiri silahkan bikin blog sendiri, tulis pendapat anda sendiri ..

    Tapi jangan nyampah di komen saya ya .. kalo saya merasa anda cuma bisa mencaci maki,  saya sensor .. wong blog saya kok .. mau-mau saya dong ..

    lebih baik buktikan saja kalo simpus yg dia kembangkan sendiri itu lebih baik. jangan cuma bisa ngomong doang tapi g ada buktinya, apalagi sudah bertahun2 mengembangkan simpus tapi smpai sekarang g ada hasilnya

    Ya akan saya buktikan .. [Jangan pake kata dia .. anda bicara sama saya .. ]
    Anda minta hasil apa biar saya suguhkan ..
     

  10. k e m o t

    Hahaha .. napas,pak dokter .. napas .. hos hos hos
    Itu yang error yg nyampah di komen #8 .. Hoy .. bang .. mpok .. baca dulu makanya .. anda itu orang terdidik apa bukan?
    Kalo anda bisa baca sedikit saja apa yang dimaksud sama penulis, itu malah perbaikan buat rencana yang dibuat di dinkesnya yang memang sepertinya nda masuk akal kalo diadakan 2 tahun ..
    baca dulu baik-baik baru komen .. jadi komentar anda nda keliatan tolol ngga nyambung gitu ..
    Mestinya anda bersyukur ada orang yang berani mengkritisi ide-ide kebijakan .. kalo merasa benar kasih argumen .. jangan cuma OOT (anda tau OOT nda? Out Of Topic artinya anda ngga nyambung ..)
    Maju terus TS! perubahan memang kadang-kadang berhadapan dengan status quo
    orang-orang kayak gini lebih patut dikasihani ..

  11. Huah ?? cepet banget ada yg nanggepin .. hehehe .. *narik napas .. mo ronde ke-2*
    Salam kenal bu/pak kemot .. ini sengaja ya dibolak-balik doang ..
    wah saya malah seneng-seneng aja kok kalo OOT disini .. asal jangan nyampah aja .. ngga nyambung dikit nda papa lah .. kita harus tolerir kadang-kadang ada yang ngga orgasme ngomong di dunia nyata .. atau mungkin ngga biasa terbuka .. 😀
    BTW, TS? Kapan2 masuk real name yach biar bisa tukeran link .. thx.

  12. jojok

    selamat pak agus, akhirnya mendapat teman bicara untuk berdiskusi disini :D. mudah2an jd sparring partner yg positif..

    *simpus yg dia kembangkan sendiri itu lebih baik…
    *mungkin dia orangnya cuma bisa ngomong tanpa bisa membuktikan omongannya kali ya….alias palsu …. palsu …. palsu

    hehe…iya.. saya jd bertanya-tanya..dia itu siapa ya ? apa pa agus sendiri ? mungkin lebih pas kalau pakai kata ‘anda’, lebih pas dan mengikuti ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan..

    😉

  13. Ahh sudah lahh ..
    Yang bisa dilihat disini kan saya malah ngritik mas jojok habis-habisan .. gambar balita papua [maaf, Nona Dokter] saya ganti jadi samurai X, semua form-form yang udah dibikin dibejek-bejek [ini termasuk bahasa e.y.d bukan ya] .. tapi mas jojok saya lihat biasa-biasa aja ..
    Bagaimana kalo saya review simpusnya yaa .. jangan-jangan malah membatalkan MoU-nya lagi .. hehehe ..
    Makasih mas jojok ..

  14. jojok

    hehe..silahkan review hbs2an..saya akan benahi sesuai kemampuan. mlh trm kasih ada masukan, semua itu untuk perbaikan, supaya lbh maju ke depan, supaya simpus makin mapan, syukur2 nambah pelanggan, tentunya jgn lupa siapkan anggaran..hehe..

  15. Syukurlah .. masih banyak orang yang bisa berlega hati bila dikritik .. berarti kiamat masih jauh ..
    [ Ya Allah .. ampunilah hambaMu yang belum ngerti-ngerti juga kalo diajak ngomong baik-baik] ..

    PS :
    Siap-siap Review versi 2.1 siap turun tayang.

  16. komet

    maaf nih jika omongan en kritik aq pedas tapi mbok yao kita ini jangan ditulisan aja yg komentarnya baik tapi diluar menghina. apa perlu aq tunjukin nih biar pada nilai semua gimana kronologisnya. klo jojok en lain2 yg komentar udah pasti ndukung krn satu aliran SIMPUSnya. tapi aq yg dipuskesmas ngerasa kok SIMPUS yg dikembangkan Krejengan hanya money oriented tanpa boleh yg lain tau gimana ngembangkan. aq jd ingat ama paham kapitalis yang dipikiran gimana bisa bisnis, uang ngalir terus. aq prihatin sekali gara2 kehilangan lahan bisnis jd komentar dg tendensi yg kelihatan sekali krn faktor uang. Kmr pelatihan aq lihat tentornya memeng pemula tapi mereka mau belajar dari pada pak agus yg udah ngerasa pintar dan tidak mau belajar dr orang lain. apa SIMPUS anda lebih lengkap dari punya ngawi apa ada program P2,Gizi,KIA dll diSIMPUS anda. bagi kami yg penting fastabikul khoirot aja. berlomba2 ngembangkan software yg lebih baik. bagi tim SIK kab. Probolinggo teruslah belajar agar softwarenya tambah komplit en tidak lemot. ini motivasi bg kita di puskesmas agar bekerja lebih baik lagi. agar tidak ada data yg bisa direkayasa lag agar kejujuran bs membudaya didunia kesh.

  17. Terimakasih pak komet (apa ibu?)
    meski belum berani tampil nama asli tapi udah lumayan bahasanya udah diatur .. Sy loloskan deh komen kedua yg menurut pak kemot OOT .. Anda nda usah nasehati org pak utk yg anda sendiri nda bisa. Sy ngga nuntut anda setuju, tp di blog ini jg ada sopan santunnya. Anda merasa benar dan baik tah dg nyampah di tempat org?
    Baik anyway mari anda baca lg komen anda..
    Di bagian mana yg anda merasa sy menolak Simpus Ngawi? Sy bahkan heran krn sepertinya anda nda mengikuti diskusi secara keseluruhan tp berkomentar inginnya yg pedas2 terus. Apa tidak bisa anda baca dulu semua diskusi disini (sy taro di fokus) atau paling nda anda jg sadar bhw seperti yg anda blg masih ada langit di atas simpus ngawi langit sehingga dr awal masuk jg anda sdh tdk punya niat ngomong pedas. Tp dg niat sama2 mpbaiki. Mbuka diri bhw tidak semua selalu baik.
    Untuk anda ketahui bung komet, kalo anda mau baca diskusi2 kami, sy dan teman2 merasa dan mengakui bahwa memang ngawi dan purworejo itu paling bagus mengembangkan simpus. Tapi lepas dari kekurangan ?? Jangan mimpi! Anda lihat saja yg dibahas disini kebanyakan justru simpus mas jojok. Kenapa? Karena krejengan pake simpus mas jojok. Sy tahu dr mana hrs komen. Dan kita mengumpulkan kekurangan2 td demi perbaikan. Anda bilang krejengan money oriented? Anda sadar atau lagi pingsan bicara begitu? Maksud anda sy ini mencaci simpus ngawi demi supaya simpus mas jojok laku?? Betapa lemahnya argumen anda itu! Sy dpt untung apa? Perlu anda ketahui bung komet. Kita disini semua punya tujuan spy kt bisa dpt yg terbaik. Tanyakan kpd mas jojok, betapa seringnya sy nyindir programnya masih berbayar. Artinya sy minta dia jg gratis. Kejam betul anda bilang sy money oriented. Lihat2 kalo berkomentar bung komet. Takut sekali tah anda kalo ternyata simpus probolinggo gagal? Kenapa? Apa karena seperti asumsi anda sy ini hanya bisa mencerca Dan tidak mau belajar?
    Dengar sejarah ya.. Sy th 2004 udah mulai ngembangkan sistem dg ms. Access. Sy ngursuskan petugas. Kami bikin sistem informasi. Ya ada keuntungan. Tp sy jg belajar bhw ada kesulitan dlm penerapan yg bs diatasi dg simpus mas jojok. Apa sia2 kami mengembangkan access? Tidak! Kami bisa bikin anilisis sendiri dg beberapa database yg kami buat sendiri. Bottom line is .. Kami belajar dan kami mencari kebaikan yg masuk akal.
    Sekarang kalo anda mau berhenti menghujat sy dg mengatakan sy ini menghina simpus ngawi, sy akan berterimakasih sekali. Karena mas komet yg terhormat.. Sangat tidak berdasar .. karena kami belajar, kami mhormati, Dan secara hormat pula kami memilih utk simpus yg sekarang kami jalankan yg kami gunakan utk mengawal visi misi percepatan indonesia sehat. Naik turunnya penggunaan simpus mari sama2 kita cermati. Itulah sebabnya kami memilih utk tidak ikut memulai dr nol. Bukan berarti kami tidak ikut mengembangkan simpus KIA. Anda lihat saja. Nah mas komet yg sy hormati.. Kalau anda masih blm bisa melihat jg keinginan kami utk mengembangkan yg terbaik. Sy nyerah deh.. Anda berarti hanya bisa mencerca org lain spt yg anda tuduhkan pada sy. Dan sy tdk bs membiarkan anda utk komentar lbh jauh. Jd tolong kalo anda dtg kesini lg bawa hawa pemikiran yg positif.. Salam.

  18. wuaduh, kok rame banget to…

    dr agus, kalo boleh sy dikirimi program juga poo…
    program trial nya mas jojok ama program simpusnya dinkes ngawi…

    mungkin sy juga bisa kasih alternatif varian lain…

    hehe.. sory mas jojok kalo saya dianggap mau ngeramein…

  19. Pinti

    Assalm.wwb..Semoga Allah memberi
    (a) kerelaan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang baik; (b) perasaan otonomi diri dan perasaan adanya suatu pilihan yang dapat diambil; (c) kemampuan untuk melihat peristiwa yang menyebabkan stres sebagai suatu bagian dari kehidupan; (d) motivasi untuk berprestasi sesuai dengan tujuan.
    Itulah Menungso Pak Agus ( Menus2 Kebanyakan Dosa )
    (a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup; (b) keyakinan dan ketahanan diri; (c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial; (d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadinya yang unik dan tujuannya sendiri.
    Dan Perlu pak Agus Ketahui
    (a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain dan kondisi-kondisi tertentu; (b) memandang segala sesuatu secara positif dan optimis; (c) kerelaan untuk mengambil risiko yang membangun; (d) penghargaan serta penerimaan atas keunikan diri sendiri sebagai suatu berkah.
    @ Menjadi Orang Tabah
    Maaf Pak Agus aku Netral Ya……
    SIMPUS P.Jojok. Itu Program…Sedangkan SIMPUS Ngawi Itu
    Bukan Program Kayaknya Lho……..
    Bukankah di Ngawi itu merupakan Suatu jaringan
    akses …..
    Apa Aku yg Booooooooooooooodo…………..Apa…….Gaptek Ya Pak,Bu,Semua yg ada di sini

    “money oriented, mencaci simpus ngawi demi supaya simpus mas jojok laku” Kayaknya Bp,Ibu Lhah…….yg Kayak Gitu…………….

  20. #kunto
    utk simpus ngawi, maaf nda bisa. Itu harus pake MoU antar kadinkes. Sy harus ijin dulu. Kami cm dpt hak pakai. Tp komentar sy ttg simpus ngawi probolinggo nanti gratis bs dilihat disini krn itu review dr user yg nda sy patenkan dao sy minta royalty-nya. Nanti sy diblg money oriented lagi.. 😛
    utk simpus mas jojok silakan tanya lgsg kpd beliaunya. Kalo mau lihat operasionalitasnya sehari2 ayo ajak ira sm anakmu main kesini. Minggu jg ngga papa nanti ta demokan..

    #pinti
    trims bnyk nasehatnya. Sy baca dl satu2. Ini ilmu baru soale. Di bag akhir.. Nda usah ikutan ngeledeki, mb. Org kan bisa lihat semua gimana caranya bikin komen. 😀

  21. Saya dikirimi sms gn sama istri tercinta

    Pa, mestix jgn di jabanin njawab komen2 dr komet lg..Wong yg papa bahas dlm postingan kan ttg kebijakanx yg krg SMART, bukan ttg sistem mo pake ngawi apa mas jojok. Mnrt ulun Dia itu emang sengaja mancing2 nda jelas gt! Nda nyambung lg sm materi. Org kayak gt emang sukanya debat kusir, jd bikin capek aja kalo ditanggepin.. Mending bikin postingan2 br aja lg.. Hikmahx dr komentar komet adalh bhw tdk smua org suka dpt ilmu..

    horeee.. Akhirnya istriku tercinta juga ikutan gerah dan mau ikutan berkomentar .. Salam sayang selalu dari tretes .. Trimakasih dukungannya
    dan, ya, kalo skali lg OOT akan papa masukin sbg komen spam yg otomatis akan tertelan oleh akismet nanti2nya.. Ya kdg2 kalo sudah kalut dg amarah org sdh tdk bs lg mbedakan maksud baik org.. Dikira semua org menyerang dia..

  22. Saya juga blank ..
    Maksud hati menjadikan perbedaan itu sebagai hikmah dan bisa memetik buahnya yang berupa kemajuan dan perbaikan terus menerus ..
    hhhhh …

  23. Kapan ya… ada pertemuan para peSIMPUS, kayaknya bisa rame asal ada pengarah acaranya.
    Atau
    Pendekatan saling pribadi (ah…. saling pendekatan pribadi), biar dialognya bisa konstruktif, saling ngintip, saling memberi, saling buka hati, damai… damai… .
    Kalau saya dipanggil dolan ke Krenjengan atau Ngawi atau Probolinggo atau mungkin ke Ternate… heheee… kapan ya?
    Halo Mas Jojok, Pak Agus…, kita ini kenalan tanpa pernah ketemu ya…. KAPAN ketemu ??
    Ayo jalan-jalan ke Makassar
    Salam Kompak

  24. jojok

    2 tahun yang lalu saya ikut rakontek simpus di Ngawi pak, kebetulan Kulon Progo yang dulu jadi klien saya di undang untuk presentasi. disana saya ketemu (untuk kesekian kalinya) dengan programernya Purworejo (namanya Agus juga), bisa salaman sama dr. Agus dari Ngawi.. ngobrol panjang lebar dgn pak Sururi, mantan kadinkes purworejo yang ‘gila’ dlm pengembangan simpus..

    saya sangat respek sama beliau2, banyak pelajaran berharga yg bisa saya ambil. jangan khawatir kita gak damai, lha saya sama tim nya Purworejo dah bersahabat baik kok..saling ledek, saling guyon biasa tentang simpus.. dengan dr. Agus Ngawi saya belum sempat ngobrol, cuma menyalami beliau stlh presentasi nya.. hehe..

    dan sampai sekarang dan detik ini kalau saya keluar daerah, ditanya dinkes kemana studi banding kalau mau liat simpus, ya cuma dua daerah itu yang saya sampaikan, Purworejo dan Ngawi, 🙂 belakangan ada juga Wonosobo (garapan team-nya Pak Anis) yang bisa dikunjungi utk melihat kemajuan sistem onlen mereka yg sip..

    nah sekarang kapan pak syahrir ke jogja, nanti kita jalan sama2 keliling hehe…

  25. ya pak betul mas jojok .. pertemuan “para pesimpus” dinamai rakontek kontek-kontek.. anak ayam turun sejuta .. Rapat Konsultasi Teknis. Saya ikut yang di Padang .. tapi dari yang saya ikuti bukan konsultasi teknis yang menonjol .. tapi konsultasi kebijakan. Maklumlah yang datang dari depkes, dinkesprop, dinkeskab. puskesmas biasanya cuma 1-2.
    Waktu saya ikut itu tahun 2005, masalah ICD X seperti yg ditulis pak Sjahrir udah rame dibicarakan.
    Waktu itu Wonosobo (PHP-MySQL .. mana mas Kunto?) masih berupa embrio .. saya lihat prototype-nya di laptopnya mas anis … hiks-hiks ngiri banget .. bisa bikin kayak gitu ..

  26. vanvik

    kami juga mengembangkan simpus berbasis opensource dg php mysql. dapat di pakai di window maupun linux. bisa di coba gratis. silahkan intip di healthsoftly.wordpress.com. jangan lupa untuk softwarenta php5. php4 pasti error. uda jadul. kami pakai sejak tahun 2006 trims.( from pasuruankota).

  27. jojok

    wah pak Agus, pak syahrir, ada peluang untuk simpus gratis (implementasi atau coba nya yg gratis pak vanvik ?), pak agus ambil mumpung deket pasuruan kota.. saya nanti ngintip saja reviewnya.. sepertinya layak di intip beneran..

  28. #vanvik
    Salam kenal, Vanvik .. ini gratis beneran ? Kok ada donasi ? Kalo pake wamp atau easyPHP bisa juga kan yach ..
    Oke nanti ta siapkan dulu satu komp untuk ujicoba ..

    #mas jojok
    langsung sedot aja, bos .. ini alamatnya dan bikin blog sederhana di blogspot atau friendsternya juga ada fasilitas blog. Biar bisa ikutan bikin revie gitu lohh ..

  29. gratis itu bahasa apa ya….
    mungkin lebih cocok cuman-cuman…

    heheeeheheeeee
    Salam buat semua, yang tukang nangkring disini.
    Maaf Pak Agus… kita ngumpul disini enak.

  30. Definitions of gratis on the Web:
    Chinese (Simplified)

    greitis; `gretis/ adv without payment; free 不付款地; 免费地: be admitted to the exhibition gratis 免费参观展览.eol.mnu.cn/jxyj/studynotes/miseused/misusedwordsandidioms3.htm
    Chinese (Traditional)

    greitis; `gretis/ adv without payment; free 不付款地; 免費地: be admitted to the exhibition gratis 免費參觀展覽.eol.mnu.cn/jxyj/studynotes/miseused/misusedwordsandidioms3.htm
    Dutch

    Gratis is een term uit het Latijn en wordt gebruikt in diverse Romaanse en Germaanse talen (zoals Nederlands, Deens, Duits, Engels, Frans, Noors …nl.wikipedia.org/wiki/Gratis
    Gratis is een plaats (village) in de Amerikaanse staat Ohio, en valt bestuurlijk gezien onder Preble County. nl.wikipedia.org/wiki/Gratis (Ohio)
    of 12 euro (incluis jaarabonnement Sporta-magazine)cms.limburg.be/eCache/INT/24/bla..bla..
    prijsvragen online brengenhttp://www.slagwerkwereld.com/informatie/about.php
    Gratis in dienst stellen van nieuwe servicenummers en porteren van bestaande 0800/0900-nummershttp://www.i-plus.nl/global/nl/telefoonnummers-0800-0900-gratis/wat-is-0800-0900/
    Verzending!cgi.ebay.nl/ws/eBayISAPI.dll
    English

    without payment; “I’ll give you this gratis”
    complimentary: costing nothing; “complimentary tickets”; “free admission” wordnet.princeton.edu/perl/webwn
    free, without charge en.wiktionary.org/wiki/gratis
    Without reward or consideration.http://www.new-york-lawyer.ws/law-dictionary/gratis.htm
    French

    gratuit (à ne pas confondre avec le mot suivant ou inversement 😉 )hibiscus78.over-blog.com/pages/Ordlista__glossaire-271464.html
    Italian

    Gratis è un CD singolo degli Skiantos pubblicato nel 2000. it.wikipedia.org/wiki/Gratis (singolo 2000)
    Tutto ciò (software, giochi, manuali, immagini) che può essere scaricato liberamente ed utilizzato altrettanto liberamente.http://www.gamesload.it/glossario.htm
    Parola ke ormai è morta da 1 pezzo!http://www.superedo.it/enciclopedia/lettera.asp
    Portuguese

    Em economia, contabilidade, finanças e negócios, o preço é o valor monetário expresso numericamente associado a uma mercadoria, serviço ou …pt.wikipedia.org/wiki/Grátis
    Gratis é uma vila localizada no estado norte-americano de Ohio, no Condado de Preble. pt.wikipedia.org/wiki/Gratis (Ohio)
    Spanish

    sin esfuerzo o sin sacrificios materiales. Por ej: atacar gratis (obtener una posición de ataque sin necesidad de sacrificar material a cambio …http://www.ajedrezparquesuralbacete.es/diccionario_ironico_de_ajedrez.htm
    Sin coste, sin cargo. Regalado.http://www.geocities.com/elcomercial/diccionario/g.htm
    Desconfíe de las afirmaciones de sus oponentes.http://www.significado-suenios.com.ar/palabras-que-empiezan-con-G-50
    Adaptador de corriente con valor de $170.00 pesos no incluido en el equipoarticulo.deremate.com.mx/MLM-18354549-ingles-traductor-diccionario-agenda-electronica-envio-gratis-_JM
    Antiguo concepto, casi extinguido. Se aplica a muy pocas cosas. Ahora mismo no se poneros ningún ejemplo de algo que sea gratis pero supongo que …encierros.webcindario.com/diccionario.htm

  31. jojok

    saya sih sepakat pak, gratis itu tidak berbayar 🙂

    kemampuan saya hanya sampai tahap kesepakatan saja, mohon maklum hehe….

  32. jojok

    ssstttt.. jangan bilang2 kalau perlu bertapa dan merenung semalaman untuk mbikin bisa tampil fotonya hehe..gimanapun jg harus mempertimbangkan resiko membludaknya penggemar kalau foto jadi nampak ganteng di dunia maya.

    skrg lagi belajar mbikin blog haha.. payah nih, ngaku freelance programer tp bego dan jadulnya minta ampun.

  33. jojok

    itu di daerah waduk sermo, kulon progo.. biasa pas keliling nengok puskesmas disana. daerah agak ber bukit2 gitu.. kalau yg gunung bromo dah foto jaman kuliah dulu, sdh gak relevan dipasang hehe.. thx pak dah diajari hehe. ini lagi puyeng ngurus KIA iseng onlen bentar..

  34. Oke deh dikerjain lagi KIA-nya saya tunggu updatenya ..
    kalo lagi iseng saya bikin blog saya dikasih bocoran alamatnya .. nanti saya urun rembug sebisa saya ..

  35. jojok

    ganti blog aaaahhhhh.. :p hehe.. belum jg di isi, td masih bingung dimana mau nulis haha..

    besok insya Allah saya upload perubahan.. mgkn langsung dgn data spt biasa.. malam ini mau ngebut bsk pagi dah dipake pelatihan hehe..

  36. Dian Sidik

    Ass wr.wb….

    Wah mbaca isi tulisan trus kmudian mbaca komen dari atas sampai bawah ngabisin sekitar 25 menit…. BUKAN MAIN..!!! sampai-sampai saya lupa kalo jam 10.00 tadi (udah lewat 15 menit) harus masuk ke kelas ngajar MTI di FKM.

    Boleh Komen dikit yah Pak..!! (MAAP Kalo OOT)

    Sangat menarik memang kalo mbahas tentang SIMPUS… apalagi mbahas mengenai “pengembangannya”. Btw saya pernah nulis (*lebih banyak nyontek sih sebenarnya* hehehe) tentang pengembangan SIK (mau itu SIMPUS, SIMRS, SIK untuk program khusus seperti KIA, Imunisasi, dll) bahwa ada beberapa hal yang harus diingat… ini juga berlaku untuk semua Sistem Informasi (*baca SOFTWARE/APLIKASI) bahwa dalam mengembangkan SI ada 2 pihak yang berperan yakni : 1. USER (yang nantinya akan mengoperasikan SI) dan 2. DEVELOPER (bukan real estate..**) yang mengembangkan SI/Software/Aplikasi/etc…

    Idealnya bahwa SI dalam pengembangannya mengikuti metode SDLC (*apa lagi nih..!! hehehe) Software Development Live Cycle, jadi berbentuk siklus (simplenya prototyping-trial-error-fix-trial-error-fix….sampai ketemu bentuk yang kedua pihak bisa puas…). dalam proses SDLC ini harus dibangun hubungan yang “HARMONIS” antara USER dan DEVELOPER (kalo perlu bangun simbiosis mutualisme)…

    Emang kliatannya sederhana tapi dalam pelaksanaannya selalu saja terbentur oleh banyaknya keinginan (biasanya dari pihak USER(S)….) pengen ini pengen itu pengen anu… sehingga pihak pembangun aplikasi juga biasanya ikut bingung dalam “menalangi” semua keinginan itu….
    Ini baru dari sisi pengembangan SI/Software/Aplikasi… belum membahas mengenai infrastruktur lain seperti hardware dan brainware…. (bisa tambah bingung lagi..).

    di tempat saya kuliah n kerja dulu… banyak sekali aplikasi Sistem Informasi Kesehatan yang dibuat (soalnya thesis anak S2 Infokes diwajibkan mengembangkan Software SIK) semua aplikasi tersebut di kembangkan dengan menggunakan metode SDLC dan Prototyping… sehingga minimal telah mengikuti “kaidah” pengembangan Software artinya bahwa Sist.info2 tersebut minimal telah menghubungkan antara kebutuhan klien dengan pengembang Software.
    Kekurangannya adalah pada tahap ujicoba… aplikasi yg dibuat oleh mahasiswa S2 tsbt hanya di ujicobakan di lab komputer saja… saya sempat berpikir kenapa tidak di ujicobakan di tempat yg benar2 real misalnya di puskesmas atau di dinkes, (kali2 aja ada yg benar2 berfungsi sesuai keinginan kan lumayan selain gratis juga bisa memudahkan pekerjaan puskesmas dan dinkes). juga bisa dibangun kerjasama antara pihak pengembang (mahasiswa S2 Infokes) dengan pihak User (puskesmas, dinkes,dll)…

    Wah dah panjang nih… ngalor ngidul pula… sekali lagi thanks sudah mengingatkan kami khususnya saya bahwa pelaksanaan pengembangan SIMPUS “masih seperti yang dulu…” sekali lagi maap kalo OOT….

    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR…..!!

  37. Alhamdulillah…

    ada Pak Dosen… bisa kita serap habis2an ilmu nya nih hehe…
    Sedikit mengomentari pak Dian.. tentang ini

    “Software Development Live Cycle, jadi berbentuk siklus (simplenya prototyping-trial-error-fix-trial-error-fix….sampai ketemu bentuk yang kedua pihak bisa puas…)”

    sepertinya sangat ideal sekali, cuma harus diingat yang jadi masalah, siklus ini kalau menuruti kondisi sekarang sangat susah, pengembangan Simpus yang rata-rata berupa proyek menghambat sekali pak, saya sering ketemu proyek yang SDLC nya terputus, dengan alasan kontrak proyek waktunya cuma sekian bulan, sekian tahun… biasanya setelah SPJ beres, anggaran turun, pemeriksaan barang lancar, CD diserahkan, tanda tangan, team pengembang ikut2an wassalam hehe..

    jadi selain 3 komponen software brainware hardware, mungkin bisa kita tambahkan satu lagi komponen yang penting.. Birokrasiware :D. sepertinya harus dipisah dari Brainware.

    tentang ini :

    (kali2 aja ada yg benar2 berfungsi sesuai keinginan kan lumayan selain gratis juga bisa memudahkan pekerjaan puskesmas dan dinkes)

    ehmmm.. ketemu lagi supporter gratisan haha.. No Comment deh.. 🙂

  38. Dian Sidik

    heheh iyah mas jojok… biasanya kalo projek tidak membentuk satu siklus tapi cuma satu lingkaran kalo bingung bisa diliat pada http://www.lgorithms.com/images/graphic_sdlc.gif mengenai siklusnya…
    kalo metode yg digunakan pake prototyping (yg biasanya di pake di projek) lain lagi bagannya.. kalo bingung bisa liat di sini http://www.lgorithms.com/images/graphic_sdlc.gif
    untuk metode prototyping biasanya sudah punya initial software sisa diuji cobakan.. trus di justifikasi sesuai keinginan kemudian di dihasilkan modified application/software…. di pake deh.. soal nantinya ada masalah di applikasi ato gak itu persoalan di fixing dibelakang hari (biasanya pake charge tambahan heheheh… “bussines mode:on”)

    birokrasiware <– boleh juga nih istilahnya…. tapi kalo di teori sistem informas (biar ada aroma2 akademiknya heheheh) ini biasanya masuk ke dalam aspek lingkungan sistem….

    soal serap menyerap kayaknya bakalan saya deh yg masih CUPU (bahasa ABG sekarang / Culun Punya) yang bakal banyak nyerap ilmu dari pakar2 yg ada disini….

    jangan sungkan bagi ilmu yah…. kan kalo ilmu dibagi gak bakalan berkurang tapi akan bertambah… (ini kata pak udstadz samping rumah…)

    Keep On Going….

  39. mati aku pak Dian…

    mbaca grafik2 gitu saya sering gak nyampai hehe..maklum akademis saya juga cuma sedikit nyambung ke bidang informatika..kalau grafik muter gitu apa nanti gak kaya istilah “duluan mana telur atau ayam ?” hehe…

    tapi soal birokrasiware tadi, saya setuju kalau harus masuk ke lingkungan sistem, nah kalau ini banyak banget konco2nya, keamananware, listrikware, etoskerjaware, komitmenware, apalagi user-user simpus biasanya gak jauh2 amat dari yang namanya Tupperware… (hehe… maafkan aku bu)

    nah sekarang kendala yang sering kita temui malah bagaimana kita mengatasi aspek-aspek di luar 3 komponen besar sistem informasi..sistem proyek kita kebanyakan cuma membahas 3 komponen itu pak di proposalnya, gak heran kalau bapak lihat banyak kuburan buat proyek SIM/SIK, yang akhirnya menjadi seperti yang bapak tulis di komentar sebelumnya.

    btw, kapan2 boleh dong liat hasil2 pengembangan sistem informasi oleh mahasiswa S2 yang ada di lab bapak ? siapa tahu ada tambahan ilmu yang bisa dibagi..

    matur nuwun..

  40. Dian Sidik

    sekedar informasi… mungkin baeknya jgn di panggil bapak deh… mungkin mending panggil mas atau adik aja… soalnya pan masih belum se senior mas jojok… palagi pak sjahrir hehehe (piss pak… jgn tesinggung ya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s