Kenapa stimulasi itu penting ?

Standard

Masih kaitannya dengan peningkatan pelayanan di Klinik Tumbuh Kembang.

Pada saat pelatihan sampai dengan TOT di Surabaya waktu itu, memang ada keinginan untuk membentuk semacam klini tumbuh kembang, dengan maksud memberikan pelayanan konseling kepada ibu-ibu balita di kecamatan.

Waktu itu sayangnya belum ada dukungan terhadap konsep itu karena yang dinamakan klinik tumbuh kembang adalah klinik rujukan yang adanya di tingkat propinsi dan baru diharapkan terbentuk setingkat RSUD Kabupaten, yang ada Dr. SpA-nya yang juga dilatih saat itu. Dan kebetulan dokter SpA di Kabupaten Probolinggo yang baru satu orang itu ogah dilatih. Hasilnya kami ngga punya klinik tumbuh kembang tingkat kabupaten.
Meski begitu esensi pelatihan tentang pentingnya stimulasi tidak bisa lepas dari ingatan.

 

Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Balita

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah – yang merupakan orang terdekat dengan anak, pengganti ibu/pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing dan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.
Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian.
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
  2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
  3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
  4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
  5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
  6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.
  7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
  8. Anak Selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

Stimulasi itu  p·e·n·t·i·n·g

Jumlah syaraf otak yang telah terbentuk sejak kita keluar dari perut ibu sudah tidak bertambah lagi sampai dengan kita dewasa kelak, yang terjadi kemudian adalah penambahan fungsi. Penambahan fungsi pada sel, jaringan dan organ tubuh manusia — terutama anak — disebut sebagai perkembangan. Sedangkan pertumbuhan adalah proses bertambah banyak dan besarnya sel, jaringan atau organ tubuh.

Jaringan otak seperti disebutkan diatas dalam pertumbuhan hanya mengalami pembesaran sel, tidak penambahan. Namun demikian ada penambahan yang disebut sinaps. Sinaps adalah hubungan antara sel syaraf yang menentukan fungsi jaringan syaraf tersebut. Sinaps bisa terbentuk satu untuk satu fungsi bisa banyak untuk satu fungsi. Sinaps menentukan kemampuan kita untuk bisa sesuatu. Sinaps terus tumbuh dan mati, namun sinaps yang sudah mati tidak bisa ditumbuhkan kembali. Makin “kurang diasah” makin banyak bermatianlah sinaps yang sudah terbentuk. Nah disinilah letak pentingnya stimulasi.

Stimulasi yang diberikan pada anak usia 0 bulan sampai dengan 72 bulan (anak usia prasekolah) adalah perangsang tumbuhnya sinaps. Sinaps yang terbentuk pada usia muda sangat memungkinkan untuk antara syaraf satu dengan yang lain terjadi beberapa sinaps. Sehingga bila oleh sebab tertentu ada sinaps yang mati, masih ada cara lain syaraf-syaraf ini terhubung atau bagi kita masih ada cara dia berfungsi. Mari lihat contoh. Misalnya untuk memecahkan masalah tertentu kita punya beberapa metode, pada saat satu metode tidak mungkin dijalani maka masih ada metode lain yang siap digunakan. Seperti itulah kira-kira sinaps. Bila kita punya keahlian karena ada hubungan antara syaraf otak tertentu dan hubungan tersebut hanya diperantarai satu sinaps maka bila sinaps tersebut tidak berkembang dan kemudian mati, kita akan kehilangan kemampuan tadi.

Stimulasi adalah point d’entre pelayanan di klinik tumbuh kembang. Yang ingin diwujudkan — baik secara online maupun di klinik nyata yang kami kembangkan sekarang — adalah untuk berbagi stimulasi ini seluas-luasnya ..

Penentu Takdir

Tanpa bermaksud mengundang perdebatan tentang takdir, saya percaya kehendak Allah tersebut adalah suatu keadaan dinamis yang harus diupayakan terjadinya. Sejauh mana upaya kita adalah penentu sejauh apa kita mendapatkan sesuatu.

Bila dalam kenyataan kita mendapatkan suatu pekerjaan, hidup darinya dan menjalani aspek-aspek di kehidupan ini berbekalkan kemampuan yang kita bawa (bakat — kata orang), maka disinilah saya terakhir kalinya menekankan betapa pentingnya stimulasi.
Stimulasi menyebabkan perbanyakan sinaps pada anak kita. Bakat yang dia bawa akan tergantung berapa banyak fungsi-fungsi otak yang dimilikinya. Fungsi tadi akan mudah tiada jika kita hanya punya 1 sinaps saja sebagai penghubung. Stimulasi yang optimal akan menimbulkan banyak sinaps untuk banyak fungsi dan ini akan memudahkan anak untuk suatu saat memilih mana yang akan lebih dikembangkannya a.k.a memilih jalan hidupnya.

Nah mengertikah sekarang anda kenapa saya merasa begitu pentingnya yang dinamakan stimulasi?

Related Articles :

Advertisements

4 thoughts on “Kenapa stimulasi itu penting ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s