Cerita-cerita tentang Melamin

Standard

Berikut ini  adalah beberapa artikel yang terkait dengan pemberitaan Melamin yang terkandung dalam produk susu buatan China. Artikel-artikel ini hanya diambilkan dari blog-blog yang kebetulan membahas melamin akhir-akhir ini.

Bahaya Kanker Di Balik Melamin Murah! oleh Yong cukup panjang lebar menjelaskan tentang melamin.

Bagaimana tidak tergiur pada perlengkapan makan berbahan melamin kalau harganya sangat murah? Bayangkan, produk melamin dari segala jenis dan ukuran hanya dihargai Rp 10.000,- untuk 3-4 buah. Bahkan di sejumlah hypermarket dan pusat grosir ditawarkan kiloan dengan patokan sekitar Rp 25.000,-/kg. Sebaliknya, melamin lokal (bermerek Golden Dragon, Hoover, Onyx, Vanda) berupa sendok, gelas, cangkir, piring, pinggan sampai mangkuk besar kisaran harganya Rp 2.000,- — Rp 40.000,-.

Beberapa penelitian juga membuktikan, pekerja yang terpapar formaldehid berisiko terserang kanker lebih besar beberapa kali, apalagi jika berlangsung terus-menerus. AS kemudian secara tegas menyatakan, formaldehid sebagai pencetus kanker bagi manusia. Uap formaldehid memicu radang pada mata (perih), hidung, saluran pernapasan atas, batuk, bronkitis, pneumonia, dan asma.

Jadi, memang dari sononya formaldehid sudah nebeng di melamin. Menurut Bambang Ariwahjoedi, pengajar pada FMIPA ITB, melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan monomer fenol. Bila kedua senyawa bergabung, sifat racun formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu senyawa, yaitu melamin.

Formaldehid dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena depolimerisasi. Akibat proses ini, formaldehid terlepas menjadi monomer yang bersifat racun. Pemicunya bisa berupa paparan panas, sinar ultraviolet, gesekan, dan tergerusnya permukaan melamin hingga partikel formaldehid terlepas.

Agar tak waswas, kita bisa melakukan uji sederhana untuk memastikan apakah perangkat makan melamin kita asli atau tak memenuhi food grade.

Pertama, uji bakar sederhana. Bakarlah ujung melamin dengan lilin selama 20 detik. Jika tercium gas formaldehid yang menyengat, berarti tidak memenuhi food grade. Pada melamin asli hanya tampak gosong tanpa bau formaldehid.
Kedua, uji rebus selama 30 menit sampai satu jam. Melamin palsu (dalam hal ini impor dari Cina) akan berubah bentuk, meliuk, bahkan rapuh dan mencair. Uap rebusannya pun menyebabkan mata perih, batuk, dan mual.

Nah cukup panjang lebar kan .. disertai cara untuk membuktikan mana yang asli mana yang aspal. Untuk lengkapnya silahkan baca makalah beliau di link yang diberikan diatas tadi. Selanjutnya …

Artikel heboh Melamin susu China oleh Wiryanto Dewobroto, menyoroti tentang sisi moral kejadian heboh melamin ini :

Jadi sebenarnya, kehebohan tersebut dapat ditangkal sejak awal. Bayangkan saja, jika ahli formulator susu tersebut menyadari bahwa formula barunya mengandung resiko dan mau memikirkan orang lain, meskipun dengan hal tersebut merupakan tindakan yang kontra produktif dengan reward yang mungkin dia dapatkan maka kejadian-kejadian buruk selanjutnya tidak perlu terjadi.

Tindakan “mau memikirkan orang lain“ khan baru dipunyai jika yang bersangkutan mempunyai etika dan moral yang baik. Ingat gelar Ph.D tidak menjamin diperolehnya pemahaman etika dan moral yang lebih baik. Adapun etika dan moral umumnya dapat diperoleh dari orang yang banyak berinteraksi dengan masyarakat (adat-istiadat),  hukum, dan agama.

Mas Rovicky, mendongengkan tentang Minum susu campur bubuk piring (Melamine) ? Isi artikel beliau lebih pada

Namun bahan ini diketahui berbahaya karena sering mengandung sisa-sisa formaldehyd yang mudahnya sebut saja sering mengandung formalin. Hadduh kalau denger formalin terus ingat yang ngeri-ngeri deh. Termasuk bakso mengandung formalin.

Itulah sebabnya, kita harus hati-hati menggunakan produk atau bahan dari melamin, termasuk piring, gelas dll. Tapi jangan panik trus piring gelas yang dirumah dibuangin, ya. Konon tidak semuanya beracun, kok. Yang perlu diketahui adalah cara untuk menghindarinya, salah satunya adalah “gunakan bahan plastik/melamine ini hanya untuk makanan dingin“. Ingat makanan panas akan bereaksi dengan plastik, yang mungkin bahan melamin ini akhirnya mengeluarkan bahan berbahaya karena terkena makanan panas tadi.

bahkan ada salah satu pengunjung blog beliau yang menambahkan :

Setau saya, melamin yg ditambahkan ke dalam susu itu sedikit berbeda dengan melamin yg ada di piring/gelas melamin.
Kalau melamin yg di susu itu masih dalam bentuk monomernya, sedangkan dalam piring/gelas sudah dalam bentuk polimernya (rantai gabungan melamin). Dan sifat polimer ini sudah berbeda dengan sifat kimia melamin aslinya, yaitu lebih stabil.
Jadi penggunaan piring/gelas melamin cukup aman kok.

Juga puskesmas [dot] info ikutan menurunkan 3 postingan komentar yang lebih menyoroti pada ketakutan terhadap penggunaan bahan melamin

Ada juga mas Arul yang cenderung menyalahkan pemerintah yang dianggap lelet ngambil antisipasi

Setelah membaca penjelasan pak rovicky dan membaca koran-koran tentang melamin, yah memang sih melamin buat bahan pembuat piring gitu atau sejenis plastik lainnya. Nah para ahli pun tau, begitu juga para ahli pangan. trus kenapa yah sampai lolos beberapa makanan yang mengandung melamin?

Koq ketika ada susu beracun di China, trus kita juga boro2 menarik makanan yang mengandung melamin dari pasar dan supermaket? Kenapa ngak dari dulu-dulu aja, kan udah tau dampak dari melamin itu pak/bu? lagi-lagi pertanyaan retoris terhadap permasalahan bangsa ini.

Nah ahli2kan udah pada tau nih, kalo melamin itu “dekat” dengan protein tinggi, napa dari dulu ngak diusut saya cenderung menyalahkan pemerintah dalam antisipasi pangan yang tidak benar.

Dan beberapa blog yang juga memuat tentang melamin

Sebenarnya masih banyak lagi yang memberitakan tentang melamin, ini yang diambil yang paling atas saja dan yang diulas yang ‘agak’ lain sendiri aja. Segitu dulu yach .. semoga menambah pengetahuan teman-teman sejawat dalam menyikapi kasus melamin ini.

tumbuh kembang, balita, bayi, makanan bayi, makanan anak, nutrisi bayi

Advertisements

2 thoughts on “Cerita-cerita tentang Melamin

  1. MADON

    Melamine dalam susu adalah melamine dalam bentuk monomer,yang mempunyai kandungan unsur nitrogen yang mengikat Hydrogen,Unsur N ini yang terdeteksi sbg protein.
    Melamine hanya di gunakan dalam industri seperti :
    wood adhesive yang di kenal sebagai Urea formaldehyde dan melamine formaldehide, yaitu reaksi antara Urea/Melamine dengan Paraformaldehyde (H2CO)n yang excess dan di tambah metanol sebagai reaksi methylolasi, Yang berbahaya adalah Formaldehyde berlebihan.Jika sdh jadi piring melamine dan di panaskan, maka yang lepas kembali adalah methanol dan formaldehyde.
    Melamine juga di pakai di industri coating yaitu mreaksikan melamine, faraformaldehyde, alkohol pada pH tertentu, jadilah melamine formaldehyde resin apabila di gabung dg alkyd jadi lah cat melamine (utk mebel).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s