Hubungan Kelamin Normal

Standard

kama Frekuensi hubungan kelamin (coitus) sangat bervariasi : rata-rata 1-4  kali seminggu bagi orang-orang yang berumur 30-40 tahun. Koitus menjadi makin jarang dengan meningkatnya umur. Pada wanita, libido meningkat dalam masa reproduksi sampai dicapainya umur 35 tahun, kemudian menetap sampai umur 45 tahun. Dan dapat bertahan sampai jauh setelah menopause.

Pada Pria, libido dicapai pada umur  20-30 tahun dan libido bertahn sampai umur 50 tahun, kemudian berangsur kurang, akan tetapi tetap ada sampai umur lanjut; namun keinginan (libido) relatif lebih besar dari prestasi seksualnya. Kenyataan ini perlu diketahui orang-orang yang sudah lanjut umurnya untuk menghindari dari kesalahpahaman dan untuk mencegah akibat-akibat negatif dari anggapan bahwa orang-orang dalam umur lanjut tidak bisa berprestasi seksual lagi.

keinginan (libido) relatif lebih besar dari prestasi seksualnya.

Pusat libido letaknya di korteks serebri (otak). Karena itu keadaan jiwa yang positif dapat menahan libido, keadaan jiwa yang tidak tenang dapat menghambatnya.

Pria biasanya lebih mudah terangsang dan lebih cepat mencapai orgasme dari wanita. Kenyataan ini harus diketahui baik oleh terapist (dokter) maupun oleh pasangannya. Keluhan lama-kelamaan akan timbul karena kesalah-pahaman dan ketidakcocokan dalam tercapainya orgasme tersebut. Perbedaan lain juga bahwa pria “selalu sampai” (selalu mencapai orgasme dalam siklus seksualis), apabila hal ini tidak dengan sengaja dihindari.

Sebaliknya wanita tidak selalu orgasme atau jarang mengalaminya pada koitus, bahkan ada wanita yang tidak pernah mengalami orgasme walaupun sudah mempunya beberapa anak. Tidak tercapainya orgasme dalam siklus seksual tidak banyak mengganggu wanita.

Miss V yang paling kecilpun dapat cukup melar untuk menampung Mr. P yang besar dan panjang.

Dalam keadaan ideal sebaiknya wanita dan pria kedua-duanya mencapai orgasme, kalau bisa bersamaan waktunya. Dengan saling pengertian, saling mengenal tanda bahasa tubuh dan pemberian isyarat – hal demikian dapat tercapai – misalnya dengan memperpanjang masa rangsangan, dibantu dengan rangsanagan digital pada klitoris, atau setelah ejakulasi si pria melanjutkan rangsangan klitoris dengan jari-jarinya. **woops ilmu .. ilmu.. ilmu .. but but but .. ** Manipulasi demikian masih dianggap dalam batas-batas normal.

Ukuran Mr P dan Miss V dalam berhubungan tidak mempunyai arti penting dalam fisiologis coitus. Miss V yang paling kecilpun dapat cukup melar untuk menampung Mr. P yang besar dan panjang. Pada kasus “ketidaksesuaian” yg ekstrem memang bisa terjadi robekan di dinding posterior, dinding bagian belakang dari Miss V. Begitu pula tentang sirkumsisi – tidak berpengaruh thd rangsangan glans penis (kepala Mr. P)

post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | opm | pkm

Advertisements

One thought on “Hubungan Kelamin Normal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s