Patch Adam di Indonesia ?

Standard

Di sebuah diskusi di Facebook tentang bisakah kita memiliki Pendidikan dan Rumah Sakit yang gratis ada tret begini dari seorang ibu :

Sebetulnya dengan ada askin cukup membantu rakyat tidak mampu dalam pengobatan, tetapi mental para medisnya masih payah, maaf yaaa pak dan bu Dokter, saya bicara karena kenyataan, selain itu fasilitas juga tidak memadai, kebersihan fasilitas tidak dipikirkan. Kalo saja ada Patch Adam di Indonesia..

Sayapun akhirnya tertarik ikutan komentar :

patch1 Patch Adam yg ada dalam film itu (saat itu masih) bukan dokter. Anda mau diperiksa oleh orang yang tidak kompeten? šŸ™‚ Itu akan mengembalikan pertolongan dukun dan tabib dengan ilmu turun-temurun ke tengah2 masyarakat kita. Meskipun demikian kami sama percaya bahwa kegembiraan akan membawa pada kepuasan dan kesehatan holistic, walaupun kami tidak mengenakan hidung merah dan celana gedombrangan.

Patch Adam yang sesungguhnya Saya harus setuju dengan pendapat tentang fasilitas, but be realistic. Memang banyak saat ini RS, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yg tidak dikelola dengan profesional. Tapi banyak juga yang sudah standar bahkan melebihi. Siapapun yang sekarang ada di jajaran manajemen kesehatan pasti mengerti bahwa perbaikan mutu pelayanan saat ini sedang terus ditingkatkan. Program yang ada di dinas instansi lain yang merupakan peningkatan mutu pasti juga ada di kesehatan.

Sayangnya kalo sudah bicara program perbaikan mutu, pemerintah kita menggebu-gebu tapi giliran mulai menggulirkan dana akan terjadi restriksi disana-sini .. mulai beranggapan kesehatan kan bisa cari uang sendiri dst dst .. mari kita lihat sesuai dengan idealisme yang ingin dicapai oleh pemerintah pusat .. Dana Pendidikan dari APBD adalah 20% dan Kesehatan sebanyak 15%. Berapa banyak pemerintah daerah yang rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan. Biasanya bila prosentase sedang tinggi pasti karena adanya proyek mercu suar .. bangunan rumah sakit yang mewah dll. Berapa banyak yang dianggarkan oleh pemda untuk memberikan pelatihan kepada karyawan RS dalam penanggulangan kegawatan di pasien, pelayanan prima? sedikit sekali jika dibandingkan dengan proyek fisik. Anehnya hal ini bisa dimaklumi mengingat fasilitas kesehatan yang memang perlu sekali diperbaiki karena bangunan yang seharusnya mendapat pemeliharaan fisik tiap 5 tahun itu sama sekali tidak tersentuh pemeliharaan berpuluh2 tahun sejak didirikan.

Belum lagi proyek-proyek yang tidak sesuai dengan kenyataan karena harus ada “setoran” kepada pelaksana proyek. Dan itu jelas bukan untuk kepentingan kesehatan. Kita belum bicara masalah bencana yang sekarang memang banyak terjadi, penyakit menular dan gizi buruk yang juga merupakan tanggungjawab dan menyedot perhatian pemerintah kita. Apakah masyarakat kita sudah terlindung semua dengan Asuransi dan Dana Sehat, seberapa banyak kontribusi yang dibuat oleh masyarakat dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat – buang sampah tidak sembarangan, tidak merokok dll – Apakah kita juga memberikan yang terbaik untuk putera-puteri kita? Apa kita peduli dengan lingkungan kita?

Jadi untuk bicara ini masalah mental dari tenaga medis harus dipilih dulu apa memang itu masalah utamanya. Saya tidak menutup mata, ada saja teman sejawat yang masih malpraktek. tapi saya rasa itu bukan masalah global, itu personal. Justifikasi bahwa setiap tenaga medis punya mental pelayanan yang tidak baik kepada keluarga miskin sangat tidak adil bagi kami yang juga melaksanakan program perbaikan mutu. Itu kan sama saja mengatakan semua guru menghajar dan menendang murid, semua Guru suka bolos mengajar dst.

patvh Apakah kita punya Patch Adam yang bener-bener dokter? Ada, Bu. Setiap tahun, 30-an Patch Adam dihadirkan dari tiap propinsi untuk nonton upacara pengibaran sang saka. Dan masih ada 3-5 kali lipat lagi yang ada di propinsi, bahkan mungkin puluhan kali lipat lagi bila pengalinya adalah kabupaten dan kota. Begitu pula perawat, petugas promosi kesehatan dan lainnya. Maaf kalo saya membela profesi saya dan temen2 di kesehatan. Semata-mata supaya ini jangan jadi stigma. Mari kita mulai dengan semangat memperbaiki bukan dengan dasar prasangka..

Semoga masukan ini bermanfaat. Terima kasih

ASI, air susu ibu, keuntungan, kelebihan

Advertisements

13 thoughts on “Patch Adam di Indonesia ?

  1. Mungkin hal kecil yg harus ditiru dari PATCH ADAMS adalah kemampuanya dalam mengubah DOCTOR-PATIENTS RELATIONSHIP dari tipe kediktatoran gaya dokter klasik (anehnya sekarang masih ada) menjadi berbagai tipe seperti GURU-MURID, ORTU-ANAK,KAKAK-ADIK yg intinya nge-wong-ke pasien tapi tetap posisi dokter tdk boleh lebih rendah dari pasien dalam hal terapi.

  2. Hunter ‘Patch’ Adams dalam buku biografinya sendiri juga harus kita kritik,terutama dalam hal pencariannya yg buntu terhadap TUHAN yg justru membuat dia mengkritisi agamanya sendiri (nasrani) sehingga menjadikannya terkesan atheis dan dimusuhi oleh rohaniawan agamanya.

  3. Ngga ada yang sempurna bagi kita manusia. Saya rasa dengan segala keterbatasan yang ada, kita bisa meniru yang baik-baiknya dengan tetap bisa mencerminkan identitas masyarakat Indonesia yang ramah (dulu) .. misalnya dengan tidak mengurangi niat baik mau berobat ke tenaga medis, suudzannya ditinggal di rumah aja.. gitu kan yach ? *ah saya bisa salah*

  4. Ah, memang efek film/buku, terutama yang berbasis kisah nyata, itu kuat sekali. Belum lama berselang, banyak orang juga mendambakan guru-guru di Indonesia seperti Ibu Muslimah di Laskar Pelangi… šŸ˜†

  5. Kini juga sudah banyak guru malaaas mengajar kok. Tapi seperti taka Mas Agus, tak semua guru begitu…
    Pada beberapa sekolah saat gurunya sudah hampir sulit mengajar. Mengapa ? Pada saat testing Olimpiade… diberikan soal yang sama kepada murid peserta (hasil seleksi sekolah) dan guru pilihan/pembimbing olimpiade (hasil seleksi sekolah) dan…
    Hasilnya mencengangkan… begitu banyak guru tak mampu menjawab soal-soal…dan skornya menunjukkan … guru sudah mengalami kesulitan memecahkan soal Fisika dan Matematka versi olimpiade dibanding siswa yang relatif masih kelas dua SMP dan terseleksi ke olimpiade.
    Kini tak ada gerakan Diknas membantu guru memperbaiki mutunya… sementara anak-anak itu kesana kemari mencari dan sibuk memecahkan soal yang tak pernah ditemukannya di bangku sekolah.
    Seorang pembina olimpiade mengatakan pada saya :”Memang pak, ada anak yang dilahirkan untuk cermat dalam bidang khusus seperti Fisika atau Matematika atau yang lainnya” Mereka itu punya cara pikir yang aneh dan sangat kuat analisisnya memecahan soal… Saya selalu tercengang mengamati mereka… dan itulah kelebihan mereka”.
    Anak-anak seperti ini katanya, sayang dibiarkan dalam pengajaran yang standar…sebab mereka punya potensi yang pantas mendapat perhatian khusus… .
    Eh…saya keseleo…kok lari keluar jalur ??? dimana saya ?

  6. @Catshade
    Stuj seperti biasa ..
    @Pak Sjahrir
    Ada di blog saya pak. Lainnya saya sulit komen kalo ngga langsung melihat kebaikan jadi bawanya komen yang jelek aja soalnya media kan sekarang lebih senang mengumbar kebencian pak ..

  7. Ada banyak kok paramedis bahkan yang lebih dari Patch Adams di Indonesia. Ada kisah seorang bidan yang luar biasa sampai diundang di Kick Andy (buka disini –> http://www.kickandy.com/index.php?ar_id=MTE0Nw==&screen=19 ). Ada juga suster yang mau hidup diantara orang kusta, sangat sangat manusiawi.
    Saya nonton siarannya samapai meneteskan air mata, kok ada yang mau seperti itu. Di Puskesmas Mojoagung sampai dr.Heri (Kapus PKM Mojoagung) menyarankan kita menontonnya.
    Ada lagi kisah-kisah dokter yang masih PTT ditaruh di pedalaman, bahkan perjuangannya lebih-lebih berat lagi. (Mungkin dr. Agus CN sendiri juga sudah mengalami ya dok ??? )
    Yang jelas kita orang medis masih mending gak nuntut gaji ini itu dan tunjangan macam-macam padahal kerjanya bisa sampai 24 jam dan hari raya pun masih harus masuk. Hik hik sedih deh kalo pas hari Idul Fitri disuruh jaga…tapi demi orang sakit yang gak bisa ditunda gak papa deh.

  8. Sshhttt .. udah jangan disebut-sebut .. nanti dikira ngga ikhlas .. BTW disana ngga ada dokter nasraninya ? di proboliggo gantian .. natal dokter muslim yang jaga, lebaran dokter nasrani yang jaga .. šŸ˜€

  9. Patch Adam siapa sih ?? wah ketinggalan jaman banget saya hehe, gak tau pilemnya jadi gak bisa komentar.. šŸ™‚ Tapi yang disampaikan pak Agus itu baik yg positif atau yg sangat negatif, kebetulan sering saya temui selama perjalanan saya..

  10. lama-lama kok jd agak inget, samar-samar, tidak jelas, masih meraba-raba ingatan. Pernah di puter di tipi kayaknya hehe.. šŸ™‚ saya baru ngeh setelah liat poto pak Agus dikasih aksesoris Badut. kapan tuh terealisasi beneran pak ? hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s