Usul Brilian dari Angola

Standard

Ini yang menurut saya masukan sesungguhnya untuk cause. Untuk memudahkan mengeditnya bagian yg berisikan masukan saya pisahkan dengan pengantar dari Franciscus Boetje Sinartio dari Angola.

Mengenai definisi mana yang masuk gizi buruk, saya kira sudah ada semacam “standard“. Di cause kita ini kan banyak dokter dan ahli gizi, mungkin kita bisa dapat masukan dari standard yang biasa dipakai.
saya hanya mau coba memberi masukan apa saja yang bisa kita lakukan, dengan menggunakan kelebihan kita yaitu network kita yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan ada juga di luar negeri. Kita bisa bergerak sendiri sendiri, bisa bersama sama. Dan kalau perlu dikoordinir dari cause ini.
Oh ya, gizi buruk itu bisa juga karena yang diperlukan badan lebih daripada yang diterima oleh badan. jadi bisa berbeda untuk setiap situasi/orang.
Sebagai penutup, saya mau tanya kekurangan air bersih apa dianggap kekurangan gizi juga? kalau iya berarti pencegahannya harus kita masukkan dalam kegiatan kita mohon diskusinya, supaya kita bisa perbaiki, dan kita pilih yang mana yang bisa kita lakukan bersama.

“BLOW UP” KASUS GIZI BURUK

Penyebaran berita banyaknya yang menderita gizi buruk melalui cause ini dan email, serta di print dan disebarluaskan di :

  • berita dari koran/majalah/internet dll disebarkan untuk menggugah hati yang membacanya.
  • mengumpulkan data dari sekitar kita, mengenai korban gizi buruk.
  • mengumpulkan data mengenai badan atau perseorangan yang menangani masalah gizi buruk, dan minta ijin dipromosikan usaha mereka.
  • Membantu penyebaran pogram perbaikan gizi dari badan/perseorangan tersebut
  • Membuat database yang kekurangan gizi dan badan/perseorangan yang sedang aktif membantu. Serta mempertemukan mereka kalau pas cocok.

PhotoFunia-18466 Untuk menimbulkan segera kesadaran perlunya penanggulangan memang lebih mudah bila menggunakan media. Kabar buruk biasanya lebih cepat menyebar dan segera bikin kelabakan pemerintah dan sektor yang terkait untuk menanganinya. Tapi mungkin harus dipertimbangkan juga untuk memberikan data yang benar sebelum menyebarnya informasi tadi. Bila kita berhadapan dengan balita seperti di foto cause itu ya udah tak pelak lagi gizi buruk, tapi ada lho yang tampangnya biasa-biasa saja tapi sebenarnya gizi buruk. Ini juga jangan sampai luput. Saya bisa membantu dengan memberikan alat sederhana (file Ms. Excel yang bisa digunakan untuk menentukan seorang balita gizi buruk atau bukan). Dengan itu sepertinya pengumpulan data bisa lebih tajam. Sebagai tambahan mungkin file tersebut bisa dicopykan juga untuk puskesmas yang terdekat. Setidak-tidaknya dengan memberikan file tadi Puskesmas bisa menggunakan untuk melakukan penjaringan gizi buruk.
Untuk organisasi non pemerintah, enaknya sekarang mungkin kita minta masukan saja, ada yang tahu ngga organisasi apa yang concern menangani Gizi Buruk.
Database memang sangat diperlukan, untuk anda yang programer disini mungkin bisa ikut berkontribusi. Seandainya ada yang bisa membuatkan program sederhana yang bisa menghitung status gizi seperti Ms. Excel itu dan disertai dengan register penderitanya tentu akan lebih kereeen. 😀

PEMASARAN GERAKAN PENGENTASAN GIZI BURUK (IBGB 2015)

Intinya mengubah pembicaraan menjadi keprihatinan dan upaya penanggulangan Gizi Buruk.

  • Cause ini di link di blog masing masing.
  • Membuat poster tentang gizi yang cukup itu bagaimana, lalu dikirimkan digital filenya kesemua anggota cause ini. kita sebarkan bersama melaui email, juga bisa di print lalu dipasang ditempat umum. Bisa juga dibagikan ditempat2 umum, di arisan, di reuni, dst.
  • Sejalan dengan ini, bisa dibuat semacam berita bulanan yang membahas tentang gizi, jangan lupa ada kolom untuk anak2. Bikin slogan2 semacam yang terkenal: 4 sehat 5 sempurna. Dibuat sesederhana mungkin, dan tidak perlu dipikirkan kalau tidak sempurna, yang penting selalu ada “message”-nya.
  • Mengundang teman2 untuk join cause ini supaya kita makin banyak tenaga dalam penyebaran informasi dan pengumpulan data.
  • Bikin berita pendek yang bisa dikirim melalui SMS tentang situasi Gizi buruk, sebutkan juga cause ini. Lalu kita sebarkan ramai2. Sekali sebulan saya rasa cukup.

PhotoFunia-1931aYang ingin menampilkan gambar logo IBGB 2015 ini saya sediakan link ke daftar tulisan tentang gizi buruk di blog ini, sedangkan untuk anda yang Facebooker saya sediakan link ke Cause. Mohon mengganti angka lebar (width) sesuai dengan lebar sidebar masing.
Untuk anda designer : poster .. poster .. ayo tolong bikin poster ..
Slogan dan SMS juga mohon masukan dari teman-teman semua. Untuk facebooker tentu saja Cause tolong disebarkan lebih banyak. Setiap hari kita diberikan kesempatan untuk mengundang 60 contact. Banyak terimakasih.

Link ke Blog

<a href=”http://draguscn.wordpress.com/clinics/#giziburuk”><img src=”http://draguscn. files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg” width=”200”></a>

Link ke Cause

<a href=”http://www.causes.com/giziburuk”><img src=”http://draguscn.files.wordpress. com/2009/03/ibgb2015.jpg” width=”200”></a>

MASALAH PENGUMPULAN DANA

Mengenai pengumpulan dana, mungkin kita tidak perlukan secara umum, tapi kasus per kasus, apalagi kalau mau melakukan kegiatan penanggulangan. Kalau bisa hindarkan memakai dana yang sudah disediakan pemerintah atau badan amal lainnya. Akan tetapi kalau sponsor dimana sponsornya menjalankan sesuai program mereka apakah promosi terselubung atau community development program, yah kita terima saja. [kalo ditebengin partai politik?]
Aktif membantu pengumpulan dana bagi badan2 yang menangani perbaikan gizi. kita “audit” pemakaian dananya. paling tidak mereka beritahu kita kegiatan mereka yang memakai dana yang kita bantu kumpulkan.

post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | hkn | idi | pkm

Advertisements

16 thoughts on “Usul Brilian dari Angola

  1. chandrachandra

    Tapi saya koq heran, napa anak Indonesia masih terkena Gizi Buruk., Padahal pada makanan ringan penuh dengan berbagai tambahan vitamin2 pendukung kesehatan. Iklan juga berhenti berpromosi soal makanan “bergizi” tersebut.

    • Laksmi

      Gizi buruk sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan ringan penuh vitamin yg anda sebutkan pak, tapi lebih karena kekurangan energi dan protein sebagai sumber utama tenaga manusia dan zat pembangun tubuh yg utama. Gizi buruk ada yg PRIMER yaitu karena murni kekurangan pangan dan ada yang SEKUNDER yang disebabkan penyakit kronis seperti infeksi dan keganasan.

    • Ha? Jawaban saya mana .. wah mohon maaf mas ChandraChandra saya perhatikan lagi setelah ada jawaban dari mba Laksmi diatas. Dan itu jawabannya dah dari spesialis.
      Bahkan cause yang di facebook itu lebih terkait hanya pada yang kekurangan asupan makanan, mungkin lebih pada gizi makronya (karbohidrat, protein) daripada gizi mikro (suplemen). Gitu ya mba Laksmi..

  2. Di Bontang Kaltim, khususnya di bagian pelosok daerah Sekambing atau Bontang Lestari, penduduknya tak semakmur yang terlihat di kota. Memang secara resmi belum ada kasus yang muncul di media, tentang adanya kasus gizi buruk yang membuat seorang anak bertampang seperti alien.

    Gizi buruk mungkin tidak, tapi kelihatannya makanan mereka tak bergizi-gizi amat. Kini bukan hanya hanya gizi buruk yang harus diwaspadai, tapi kurang gizi juga!

    • Wah itu dia pak Mustafa .. itu bahaya kalo pake ilmu kira2 gitu .. saya setuju banget dengan yang pak Mustafa sebutkan bahwa sepertinya memang bukan Gizi Buruk (karena gizi buruk identik dengan muka seperti alien) padahal sebenarnya banyak yang gizi buruk tapi tidak disadari karena anaknya masih lari-larian kesana kemari dan "tidak sakit" .. saya punya posting tentang mengukur gizi buruk dengan angka. Mungkin bila tidak menyusahkan bisa didownload dan dicobakan pada anak2 di sekitarnya ..

    • Di Bontang pernah terjadi kasus media, yakni dalam peristilahan antara kurang gizi dan gizi buruk. Media Kaltim Post, lebih memilih istilah 'Gizi Buruk' untuk sebuah kasus di Bontang, sedangkan pihak walikota menampik istilah itu. Istilah yang dipergunakan yakni 'kurang gizi'. Masalahnya kini yakni kedua arti itu mengacu pada 'malnutrition' . Apakah tak ada standar berbahasa yang baik yang dibuat Departemen Kesehatan sehubungan dengan arti dari malnutrition tersebut?

      Sebagai bandingan, inilah pernyataan Menkes siti Fadilah Supardi tentang gizi buruk dalam versi berbahasa Inggris. Siti Fadilah Supari: “The poor are not affected by our health services” EXTREME malnutrition suddenly became a major news item. Even more shocking, the disease—a general affliction of the poor—had spread to a number of areas in Indonesia, including the outskirts of Jakarta. According to the Department …
      http://www.tempo.co.id/majalah/arsip/5th/edition4

      Jadi arti dari maltnutrition itu adalah 'gizi buruk', bukan 'kurang gizi'!

      • Ada, Pak Mustofa! Ada standar bahasa sekaligus standar diagnosis yang diterapkan untuk kasus-kasus malnutrisi. Istilah malnutrition itu cukup luas. Kita mengartikannya sebagai gizi buruk karena itu yang dominan di kita dan negara-negara berkembang yg masalahnya lebih kental di pedesaan. Sebaliknya malnutrition juga bisa digunakan untuk gizi lebih. Mungkin di pengelola kesehatan kota ini bisa dimaklumi.

        Ada ukuran yang digunakan untuk menstandarisasinya yang diistilahkan sebagai SD z-Score. Simpangan z-Score yang digunakan untuk menentukan status gizi yang sedang berlangsung pada balita adalah dari perbandingan antara Berat Badan dan Tinggi Badan ( BB/TB )

        Penggolongan Status Gizi bisa mengikuti bahasa Indonesia seperti ini
        – Status Gizi Lebih (z-Score > 1.0)
        – Status Gizi Normal (1.0 < z-Score < -1.0)
        – Status Gizi Kurang (-1.0 < z-Score < -3.0)
        – Status Gizi Buruk (z-Score < -3.0)

        Kemudian ada istilah Marasmus, Marasmik-kwasiorkor dan Kwasiorkor yang lebih umum digunakan dikalangan medis. Biasanya bila dinas kesehatan kabupaten/kota menolak istilah gizi buruk karena hanya berpatokan dengan gizi buruk = marasmus s/d kwasiorkor. Dalam penggolongan memang istilah medis tadi termasuk dalam status gizi buruk akan tetapi yang harus juga jadi perhatian adalah ada anak yang dalam perhitungan masuk dalam status gizi buruk, tapi tidak menunjukkan gejala klinis medis marasmus s/d kwasiorkor.

        nah inilah yang dijadikan wacana dalam cause ini. Kita ingin ada kesamaan menilai yang mana sih yang disebut sebagai gizi buruk, mana yang gizi kurang ..

        memang sering kita slip of tongue, mana yang gizi buruk mana yang gizi kurang. Apalagi mengingat bahwa gizi buruk juga berasal dari gizi buruk yang makin lama makin turun berat badannya, makin kurus dan akhirnya secara status masuk dalam gizi buruk. Sebaliknya juga pada saat perbaikan gizi sudah dilakukan maka anak yang gizi buruk akan mengalami fase sebagai gizi kurang sebelum menjadi normal ..

        terjawab ngga ya pak ? ..

      • Ostaf Al Mustafa

        .. Untuk selanjutnya, sebut saya dengan ringkas dengan sebutan, ‘Ostaf’, tanpa sapaan ‘Pak’.

        Dalam bahasa, selain adanya ’slip of tongue’ tersebut, masih ada yang berkaitan dengan ‘taste of language’. Rasa berbahasa ala jurnalistik/pers berbeda dengan apa yang dipahami pihak Dinkes Bontang. Apakah kriteria yang Bapak sampaikan tersebut ada versi bahasa Inggrisnya? Mungkin hal itu juga tidak dipahami oleh pihak Tempo English atau media massa lainnya. Ada juga istilah lain yang berkaitan dengan gizi buruk yakni pellagra. Apakah ini ada istilah bahasa Indonesianya?

        Masalah bahasa yang timbul karena ada ‘meaning in use’ dan ‘meaning in dictionary. ‘Meaning in use’ pastilah berbeda antara pihak wartawan dan dunia kedokteran. Apakah dunia kedokteran tak memiliki kamus berbahasa Indonesia, yang bisa dipahami wartawan? Bukankah dalam beberapa kasus, wartawan dan pihak medis masih sering salah menanggapi suatu kata dan makna? Jika wartawan dan pihak medis memiliki kesepahaman dalam ‘meaning in dictionary’ kasus yang terjadi pada Kaltim Pos bisa dihindari.

      • Laksmi

        dr.Agus and others.. saat ini standar yg digunakan IDAI untuk menentukan status gizi buruk adalah dengan tabel dari CDC yaitu BB/TB menurut umur, selain pengukuran lingkar lengan atas. Yaitu bila %Berat badan ideal < 70%. Sedangkan penentuan marasmus dan kwasiorkor masih menggunakan skor dari McLaren.

      • Mba Laksmi terimakasih masukannya .. untuk di puskesmas kami pakai standar depkes, mungkin seluruh Indonesia karena saya lihat pembuatan juknisnya cukup luas dan niat, bagus lho bukunya. Begitu infonya. Semoga perbedaan standar tidak membuat perbedaan terlalu jauh sehingga membuat kita hanya berdebat di standar apa yg digunakan. Intinya penanganan kan ya ?? :-))

  3. Tommy M J Sihotang

    Sebaiknya, Posyandu yang lama mati suri atau timbul tenggelam, harus dihidupkan kembali. Menurut hemat saya, keberadaan pos ini sangat relevan sebagai ujung tombak dalam program ibu dan anak yang sehat.

  4. abi

    Departemen kesehatan harus bekerja lebih giat tertutama didaerah terpencil .. dan yang kedua PEMERINTAH INDONESIA harus berani mengambil sikap atas intervensi bangsa lain dalam hal mengatur rumah tangga INDONESIA…. khususnya bidang kesehatan …dan industri pertanian …kalo menterinya bisa punya sikap, pemimpinnya harus lebih bersikap untuk INDONESIA… logikanya sebenarnya di INDONESIA tidak akan terjadi gizi buruk…

    bila sektor pertanian diberdayakan secara maksimal mulai dari bibit buatan lokal yang berkualitas hingga pupuk buatan lokal yang mumpuni … itu harus di berdayakan !!

    dan otomatis sektor kesehatan di desa terpencil pun akan meningkat seiring peningkatan pendapatan masyarakat tani …!!

    • Sekaligus saja @Tommy dan @Abi

      Ternyata tahun 2009 ini memang tahunnya menangani Gizi Buruk .. dalam hal waktu kita udah in the right time. Depkes ternyata juga inginnya begitu tahun ini ada penanganan serius yang dilakukan juga oleh daerah. Diantaranya tentu saja Revitalisasi Posyandu .. yg sudah beberapa tahun juga digulirkan .. Di lain pihak mungkin sebagai masyarakat yang berada dekat dengan kesepakatan tempat penyelenggaraan posyandu kita bisa ikut mengawasi proses ini .. dan barangkali membantu ..

      Mas Abi, Sulitnya berada pada sektor kesehatan kan memang demikian .. bagian kami adalah jaga gawang .. jadi pekerjaan selesai dengan baik ya memang seharusnya begitu .. tapi giliran kebobolan kami jadi caci maki cercaan .. sekarang upaya yang kita buat inikan memang menerabas di tempat2 yang kita (saya sebagai wakil dari lembaga pemerintah) belum pernah jelajahi. Masyarakat Dunia Maya. Seberapa jauh itu bisa berperan kita masih berproses.

      Dukung terus yach !

  5. aih… F.Butje Sinartio,,… apa kabar. Kapan jadinya REUNI kita.
    Dunia memang sempit
    Sjahrir

    Maaf ya…dr. Agus, saya surat-suratan saja disini, kebetulan ketemu beliau disini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s