Merencanakan merombak Petugas Puskesmas

Standard

Tahun 2010 sudah dekat, untuk puskesmas Krejengan tahun ini bukan dilihat dari apakah kecamatan sehat tercapai atau tidak. Kayak-kayaknya kami mulai termakan dengan guyonan bahwa Indonesia Sehat 2010 bisa tercapai bila tahunnya dibaca dalam tahun Hijriah. Tapi tahun ini adalah terdapat beberapa kemungkinan ancaman perubahan bagi ketenagaan di puskesmas.

Pada tahun tersebut ada sedikitnya 3 pergantian di dinas kesehatan, dan sepertinya tahun itu akan ada beberapa senior di puskesmas yang akan ditarik ke dinas kesehatan. Dan biasanya otomatis “gerbongnya berjalan”. Dengan kata lain, sayapun harus bersiap meninggalkan puskesmas yang saya bina lebih dari 5 tahun ini.

Usulan Pergeseran dan Penambahan Tenaga

Beberapa yang masih diperlukan di Puskesmas ini adalah berikut ini :

  • Dokter Puskesmas. Menurut hitungan WISN, saya mendapatkan beban pelayanan sebesar 2,17 berarti perlu 2 dokter lebih di Puskesmas Krejengan. Seandainya ditambah 1 saja mungkin sudah lebih melegakan. Ini usulan, jadi ya terserah dinas menempatkan PTT atau PNS.
  • Bidan di desa Krejengan. Sehubungan dengan kepentingan melaksanakan Desa Siaga maka setiap desa termasuk yang ada puskesmas induk juga harus dilayani oleh bidan. Saya merencanakan akan menarik 1 orang bidan di desa yang sudah cukup lama berada di desa, untuk menjabat sebagai Bidan Koordinator di Puskesmas Krejengan. Tupoksi dari Bikor adalah mengkoordinasi BDD yang ada dan melakukan supervisi. Sehingga tugas bu Solawati sebagai Koordinator KIA akan lebih leluasa. Pilihan ada 4 orang :
    • Halimah, Bidan di desa Tanjungsari. Yang senior setelah Bu Sol. Sudah cukup lama sebagai BDD. Namun kendala utamanya adalah masalah tempat tinggal. Polindes yang sekarang ditempati adalah polindes yang baru saja dibangunnya. Dengan tanah yang dihibahkannya kepada dinas kesehatan.
    • Nurul, Bidan di Desa Widoro. Juga senior. Tapi pendekatan yang dilakukan kepada Nurul ternyata menghasilkan jawaban negatif karena ada kepentingan pribadi yang memang bisa dimaklumi.
    • Pilihan ketiga adalah antara Suprihatin dan Sismawati, mereka kurang senior tapi perpindahan ke Puskesmas akan memudahkan beberapa hal, di Sentong – tempat Supre bertugas – Poskesdes yg dibangun berada di wilayah lain desa, sedangkan Supre sudah menempati sendiri rumahnya di desa tersebut yang lebih dekat ke Puskesmas Krejengan. Sismawati tidak tinggal menetap di Desa Kamal Kuning. Menetap dengan suaminya yang perawat Pustu di Pustu Desa Seboroh.
      Untuk sementara pilihan utama jatuh kepada Sismawati. Berarti usul pengadaannya adalah seorang Bidan di Desa Kamal Kuning.
  • Di Puskesmas sendiri pada tahun 2010-2011 ini akan ada 3 petugas yang pensiun. Yaitu :
    • Titik Rofiah, Kepala Tata Usaha. Bagi semua orang beliau adalah eyang putri. Suyatim, Perawat di Poli Umum Puskesmas, koordinator Program Pengobatan dan Progam TB Paru. Bibit Widowati, Perawat Pustu Gebangan.
    • Kepala Tata Usaha, melihat formasi yang ada sekarang harusnya dijabat oleh Supandi atau Febri Yudhi. Pak Supandi karena senioritasnya, tapi beliau mungkin akan memilih pindah unit kerja sebagaimana yang beliau minta setelah gelar sarjana hukum beliau dapatkan tahun lalu. Febri Yudhi sebenarnya sudah dikader sejak lama, hanya saja statusnya masih tenaga kontrak. Ini belum dinegosiasikan ulang. Tapi perlu mencari data dulu di dinkes bagaimana perpindahan petugas dan rencana pengangkatan CPNS baru. Karena Febri masuk dalam database yang diangkat.
    • Perawat Poli Umum biasanya ada 3 orang, bekerja bergiliran karena juga dibebani untuk melakukan program lain. Kekurangan pak Yatim bisa diatasi dengan menarik ke induk (lagi?) perawat pustu Kedung Caluk, Aviv, Pustu saat ini ada dua petugas, jadi kemungkinan masih bisa berjalan. Demikian juga untuk Program TB Paru bisa diserahkan kepada Aviv.
    • Pustu Gebangan yang akan ditinggalkan bu Bibit, harus diusulkan penggantinya. Selama ini karena tidak ada BDD-nya, desa ini jadi sangat lemah di pelayanan KIA.
  • Perubahan Status Pegawai di Puskesmas karena ada Penerimaan CPNS tahun lalu juga berdampak terhadap UGD. Disana ada 14 orang perawat terbagi menjadi 3 macam status. CPNS, Kontrak dan Magang. Meskipun Magang, kami memperlakukan sebagai pegawai lainnya karena mereka menjaga unit yang penting setiap harinya, UGD dan Rawat Inap. Tahun lalu tenaganya ada 4 kontrak dan 10 magang. Tahun ini jadi 2 orang CPNS, 4 kontrak dan 8 magang. Lumayanlah ada perkembangan, sehingga kamipun tidak kerepotan harus memperhitungkan membayar tenaga magang ini.
    • 2 org CPNS, Syifa dan Vivin akan dapat porsi pekerjaan lebih. Syifa akan terus koodinasi Rujukan dan ditambahi mengkoordinasi kegiatan dan penjadwalan Puskesmas Keliling. Vivin akan melaksanakan simpus UGD dan akan dikader menjadi Bendahara Puskesmas. Untuk bendahara memang sulit sekali mendapatkan tenaga PNS yang staf umum. Jadi terpaksa tenaga fungsional yang kami rotasi. dan kali ini sudah waktunya perubahan lagi.
    • 4 orang Kontrak, akan berputar di shift jaga dan diberi tambahan tugas. Ndari, akan tetap melaksanakan simpus Rawat Inap dan koordinasi harian untuk RI. Sari, tetap sebagai pelaksana program Kusta. Idom, tetap sebagai pelaksana program PHN. Dan Fauzan tetap sebagai pelaksana Surveilans Puskesmas.
    • 8 orang sisanya sekarang sudah terbebas dari tugas tambahan dipiketkan siang dan malam. Untuk pagi 2 PNS, 1 Kontrak dan 1 orang Magang ditetapkan tidak berubah jadwal. Hanya melayani pagi saja. Hal ini diperlukan untuk mengkoordinasi pelayanan lebih baik. Dengan masuknya Apoteker, tugas tambahan untuk magang yang tadinya diserahi urusan obat juga berkurang. Mereka bisa konsentrasi di pelayanan.
  • Tinggal koordinasi Program di Puskesmas, untuk program Pengobatan selama ini tidak terlampau terjaga dengan baik. Dari sisi manajemennya tentu saja. Untuk ini terpaksa agak rough merombaknya. Program Promosi Kesehatan yang selama ini dijaga Cipix terpaksa harus diserahkan ke lain orang. Cipix pernah kerja di RS. Ini sangat bagus untuk modal pengelolaan manajemen.
  • Pengelolaan Promosi Kesehatan sendiri harus diserahkan kepada yang dulu mengurusinya dengan baik, Sri Made. Setelah beberapa kali perhitungan WISN, yang bersangkutan masih cukup rendah pencapaiannya, sehingga masih memungkinkan untuk ditambah.

Demikian rencana ini disusun dan selain meminta pertimbangan yang sepuh-sepuh di Puskesmas, saya juga langsung negosiasi pada yang bersangkutan. Meskipun saya tahu bila saya dirotasi, rencana ini bisa ngga dilaksanakan oleh suksesor saya. Setidaknya pergantian dan lain-lain sudah diupayakan untuk dijalankan untuk memberikan variasi kegiatan puskesmas.

Salam.

post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | opm | pkm

Advertisements

3 thoughts on “Merencanakan merombak Petugas Puskesmas

  1. Ternyata “menata” orang di Puskesmas lebih susah daripada membuat resep ya dok , padahal dulu kita kul di fk gak ada pelajaran gitu-gituan…..
    Sukses buat PKM Krejengan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s