Kasus Kecelakaan Lalu Lintas atau KDRT ?

Standard
JAKARTA, INDONESIA - APRIL 15:  An apitherapy ...

Image by Getty Images via Daylife

Lagi seru-serunya mengumpulkan Tawon Hindi, hari ini adalagi peristiwa seru di depan Puskesmas ini, sedikit konyol dan mungkin juga kontroversial.

Sedikit mengalihkan kami dari kesibukan dari dunia sihir .. 🙂

Sebuah mobil polisi tiba-tiba memasuki halaman parkir puskesmas dan seperti biasa kami langsung menyambut pasien dengan membukakan pintu UGD lebar-lebar, kali ini teman-teman di UGD lebih taat aturan .. semua menggunakan Universal Precaution yang pantas (sarung tangan, appron plastik) untuk membawa pasien masuk UGD .. 3 pasien anak sekolah SMA berpakaian seragam pramuka dengan wajah luka dan beberapa bagian badannya juga terluka …

Satu orang saya tahan tetap berada di atas mobil polisi di pangkuan beberapa penduduk desa yang kebetulan membantu proses evakuasi korban. Korban yang satu ini langsung kelihatan mengalami fraktur di bagian tungkai bawah kanan (tibia fibula dextra). Gambar disebelah saya ambilkan dari situs yang menggambarkan patah tulang dibagian yang sama.

spinal Kami mempersiapkan papan keras (demikian kami menyebut long spine board kami) .. dari observasi saya pasien ini akan membutuhkan operasi tulang. Dan tentu saja karena saat ini kami juga sedang melakukan perawatan terhadap 3 (tiga) orang maka saya memutuskan untuk langsung melakukan rujukan ke RS.

Kamipun membawa pasien menuju ambulans puskesmas ….

Tiba-tiba bapaknya anak ini yang ikut juga membawa anak ini bertanya :

Lho, kok dibawa kesini .. Anak saya ini perlu disuntik

“Pak, anak bapak ini tulang kakinya patah, jadi yang perlu kita lakukan sekarang membawa ke Rumah Sakit”

Ngga!! Anak saya ini mau saya bawa ke sangkal putung (dukun patah tulang, paraji)

entah apa yang membuat bapak ini tiba-tiba berubah pikiran.. padahal sejak dari mobil polisi itupun sudah dijelaskan bahwa anak ini tidak bisa dilakukan perawatan di Puskesmas, selain bed UGD kami yang cuma 3 itu sudah terisi semua, petugas terpakai semua menanggulangi yang nyata-nyata luka, dan anak ini pun lebih maksimal ditatalaksana di rumah sakit.

Negosiasi tetap kami – saya dan pak polisi yg membawa korban tadi – lakukan menggali kenapanya. Saya mengemukakan kalau alasan ekonomi, itu akan dibantu oleh jasa raharja sampai dengan 10 juta rupiah dan masih ada pula tambahan bantuan dari pemda untuk operasi-operasi mahal melalui BagSos, K3S dan Jamkesda (untuk keluarga tidak mampu).

Ngga!! anak saya mau saya bawa ke sangkal putung saja, tolong antarkan anak saya kesana!

“wah maaf, kalo untuk merujuk ke dukun sudah bukan wewenang kami lagi, kalau bapak menolak dibawa ke rumah sakit, kami tidak bisa mengantarkan”

ya sudah ! saya akan cari mobil sendiri

Saya yang memang tidak fasih bahasa ibu daerah ini, dan takut saya kurang bisa menyampaikan meminta kepada supir dan petugas imunisasi saya yang kebetulan ada untuk menyampaikan maksud saya tadi ..

Tapi ternyata nego merekapun sama gagalnya ..

Dan bapak itupun meninggalkan anaknya di halaman depan puskesmas tanpa basa-basi lagi langsung naik sepeda motor mencari mobil sewaan .. dan anaknya dibiarkan terbengkalai di halaman puskesmas. Untung bukan gedebog pisang .. jadi tetap kami selamatkan ke dekat UGD. Semua orang yang melihat geleng2 kepala melihat kemuskilan sikap bapak tersebut ..

Reblog this post [with Zemanta]
Advertisements

11 thoughts on “Kasus Kecelakaan Lalu Lintas atau KDRT ?

  1. Wahhh, memang posisinya serba salah pak agus, kadang memang ada orang yang percayanya ke dukun tulang (kalo didaerah jateng / jatim disebut sangkal putung, nahhh kalo di jabar ada cimande).

    hmmm… susah juga yah (okok)

    • Dukun patah tulang ngga cuma ada di negara ini Ndri .. bonesetter, chiropractor dan osteopath .. adalah istilah2 yang bisa kita temui resmi di textbook2 .. dan mereka biasanya terlatih. Yang mereka tangani khusus .. misalnya tulang yang patah tunggal, tidak terbuka dan biasanya pun masih dibantu dengan rontgen foto .. Jadi wajar2 saja kalo di Indonesia ini setiap daerah punya istilah sendiri2.

  2. Dimana-mana rupanya sama. Kalau patah tulang, orang lebih percaya kepada dukun patul (patah tulang) dari pada ngerujuk ke RS. Mereka bilang, kalau patah tulang dibawa ke RS pastinya akan diamputasi (dipotong), tapi kalau ke dukun pasti bisa nyambung lagi. Yah … dilemma memang.

    • Ya, dilemma .. yang repot kalo sudah seperti kasus diatas .. Tibia Fibula kalo fraktur pasti mengsle meski sejago apapun bonesetternya .. apalagi sepertinya luka yang ada di bagian distal tendo achillesnya itu menetes terus darahnya ..
      Orang ini terlindung jamkesmas lho ternyata .. dasar menyebalkan.. oops..

  3. Vie

    Dukun lagi .. Dukun lagi emang yach masy kt terlalu pecaya,g dukun tlg, dukun beranak,dukun ponari. pdhal mereka jg g gratis lho.x aja murah tp di pkm jg murah ada jamkesmas lg,ntar klo parah baru dech ke nakes

  4. Entah kenapa ya… Dukun masih eksis di negeri ini. Pejabat Negara tak mau tahu lagi praktek yang seperti BATU ponari itu… . Dulu perdukunan ini diatur ketat… tapi kini nampaknya sudah bebas saja.
    Salam

    • Mungkin karena mereka juga memanfaatkan jasa para dukun kalo mo dapat kedudukan pak .. wekekeke .. kalo disini sih biasanya kyai .. tapi kyai politik ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s