Manajemen Personalia (1)

Aside

Istilah manajemen personalia sebenarnya kurang tepat untuk ketenagaan di Puskesmas. Manajemen Personalia menurut artinya adalah penerapan cara-cara agar pegawai/staf dapat secara efektif diintegrasikan ke dalam organisasi guna mencapai tujuan-tujuannya. Dalam pikiran saya ini kaitannya dengan penerapan Job Description, SOP dan Supervisi.

PERENCANAAN

Pengelolaan tenaga kesehatan tidak hanya menerapkan cara-cara efektif tadi. Puskesmas harus melakukan analisis terhadap kinerja petugas, mengukur kecukupannya, mengusulkan penambahan petugas. Lebih dari itu puskesmas juga harus merancang pelayanan apa yang akan diberikan, sehingga juga harus mempersiapkan petugas untuk pada saat pelayanan akan dijalankan sudah ada. Setiap hal diatas bisa disebut sebagai Rancangan Organisasi atau Perencanaan Sumber Daya Manusia. Meskipun tidak disadari hal-hal muluk seperti ini sebenarnya sudah dilakukan di Puskesmas.

WISN, sekilas ..

Cara yang saya lihat cukup bagus diterapkan adalah WISN, Workload Indicators Staff Need. Pengukuran kebutuhan petugas berdasarkan beban kerja (workload). WISN (sering dilafalkan ‘wisin’) dilakukan dengan melihat waktu yang tersedia dengan petugas yang ada, standar waktu yang diperlukan dalam melaksanakan tugas yg ada, tugas-tugas tambahan dan beban kerja yang ditanggung oleh masing-masing jenis petugas. Sebagai contoh : setelah melalui perhitungan, beban kerja perawat adalah : 4,3. Maka seharusnya untuk selesainya pekerjaan secara optimal haruslah tersedia 5 perawat.

Menurut saya model ini terbaik, dari yang lain. Dulu penetapan berdasarkan Kepmenkes. Saya lupa nomernya, tapi itu tentang daftar kebutuhan petugas. Sudah ada ketetapan berapa banyak dokter, perawat, bidan yang diperlukan oleh Puskesmas dengan klasifikasi tertentu. Dan tentu saja ini ketinggalan jaman. Dan juga tidak jelas bagaimana cara menghitungnya.

Namun WISN juga masih memiliki kekurangan menurut saya. Paling tidak, peraturan yang melandasinya tidak mempertimbangkan inovasi. Menurut penelitian di Jerman, kinerja petugas baru bisa optimal pada saat ada waktu yang diberikan untuk melakukan inovasi. Para peneliti tersebut meyakini kapasitas maksimal yang diterapkan terhadap petugas sebaiknya hanya 80% atau dalam hitungan WISN = 0,8. Konsekwensinya adalah 0,8 point = 1 petugas. 1,7 point = 3 petugas bukan 2 petugas. Jadi kelihatan kan bedanya.

Seandainya saja itu bisa diterapkan dengan baik oleh dinas kesehatan kabupaten dan pak bupati menyetujui karena berdasarkan perhitungan yang ilmiah maka shortage petugas pasti segera kelihatan dan perencanaan pengadaan lebih masuk akal. Sayangnya hal itu kadang-kadang hanya ada dalam angan-angan. Saya dan beberapa orang ka Puskesmas adalah yang beruntung mendapatkan ilmu tentang WISN ini, tapi meski beberapa kali mengajukan perhitungan dalam bentuk usulan kebutuhan, pengadaan petugas tidak serta merta mengikuti analisis yang sudah dilakukan. Dokter seharusnya ada 2,17 jadi sedikitnya saya harus ditemani 2 org dokter. Tapi dari tahun 2003 saya masuk kesini, sampai dengan tahun 2010 ini (waktu posting ini saya tulis) saya masih sendiri …hiks Crying face

Nah begitu sekilas tentang WISN. Nanti akan saya update lagi. Jangan khawatir, saya akan sertakan pdf, ppt, apa saja yang saya dapatkan pada pelatihan tersebut. InsyaAllah. Sabar yaa ..

Advertisements

4 thoughts on “Manajemen Personalia (1)

  1. Shinta

    Dear Mas Dokter,

    Salut untuk adanya blog berbagi informasi dan cerita tentang puskesmas. Saya kerja untuk World Vision Indonesia. Saya sangat tertarik untuk sistem penganggaran di Puskesmas. Bagaimana puskesmas mendapat, mengelola dan melaporkan anggaran yang ada selama ini. Maukah dikau berbagi informasi tentang ini? Makasih buanyak yah

    • Mau saya sih bakal saya share juga .. Justru karena ada profesional seperti mba Shinta ini saya bakal banyak terbantu kalau ada yang masih belum bener .. 😀 asal sabar saja, saya punya waktu yg sedikit utk blogging.
      Makanya postingnya pendek-pendek. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s