Bayi dan Anak Balita Rentan Tertular

Standard

Jakarta, Kompas – Gejala meningitis atau radang selaput otak perlu diwaspadai. Bila terlambat diterapi, penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan yang berpengaruh pada perkembangan anak bahkan kematian.

Padahal, meningitis sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan imunisasi. ”Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah membiasakan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh selalu terjaga,” kata Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Badrul Hegar, Jumat (24/4) di Jakarta.

The Confederation of Meningitis Organisations (CoMO) yang didirikan tahun 2004 menetapkan 25 April sebagai Hari Meningitis Sedunia. Hal ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya infeksi yang bisa secara cepat menyerang otak ini, terutama pada anak-anak.

Menular

Menurut situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu selaput yang melapisi otak dan saraf tunjang. Meningitis bisa disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri, dan jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke cairan otak.

Bakteri meningitis sangat berbahaya dan 10-14 persen dari total jumlah kasus bisa berakibat fatal. Jenis bakteri yang terbanyak menyebabkan meningitis adalah Streptoccocus pneumoniae (pneumokokus) dan Neisseria meningitides. Jenis bakteri lain penyebab meningitis adalah Haemophilus influenzae type b (Hib) yang mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis.

Meski penyakit ini didiagnosis sejak dini dan mendapat terapi adekuat, 5-10 persen dari pasien meninggal dunia. Bakteri meningitis menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, dan kemampuan belajar pada 10-20 persen dari total jumlah penderita meningitis yang bertahan hidup.

Bakteri meningitis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui udara. Misal karena kontak jarak dekat dalam waktu lama dengan penderita di antaranya batuk, bersin, ciuman, tinggal di satu tempat dengan banyak orang, berbagi alat makan dan minum.

Akhir-akhir ini, kejadian meningitis tuberkulosis di Indonesia meningkat. ”Kejadian ini sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh rendah karena status gizi kurang. Dengan menurunnya kemampuan ekonomi, makin banyak anak mengalami gizi kurang,” ujar Ketua Kelompok Kerja Neurologi IDAI dr Irawan.

Gejala umum meningitis adalah demam tinggi, kejang, atau kekakuan otot leher, dan kesadaran menurun. Gejala lain adalah pasien kebingungan, sakit kepala, takut cahaya terang, dan muntah. Gejala pada bayi adalah ubun-ubun tegang. ”Yang ditakutkan adalah gejala sisa, yaitu gangguan perkembangan, gangguan pendengaran, kelumpuhan, bahkan kematian,” ujar Hegar.

”Yang paling rentan terserang meningitis adalah bayi berusia di bawah satu tahun karena itu adalah periode di mana jaringan otak masih berkembang,” kata Irawan. Akibatnya, proses perkembangan otak akan terganggu dan bisa timbulkan gejala sisa.

Penderita meningitis tuberkulosis juga bisa mengalami gejala sisa, terutama kelumpuhan, apalagi bila tidak mendapat vaksin BCG. ”Gejala sisa pada meningitis TB lebih berat karena proses perjalanan penyakit TB termasuk lama,” ujarnya menambahkan.

Untuk mencegah meningitis, vaksinasi penting diberikan kepada bayi. ”Diagnosis secara dini perlu dilakukan agar gejala sisa bisa diminimalkan. Penanganan yang tepat baru bisa dilaksanakan setelah pasien menjalani pemeriksaan dengan mengambil cairan otak dari tulang belakang pakai jarum kecil,” kata Irawan.

”Namun, banyak orangtua menolak anaknya hendak diambil cairan otaknya. Padahal, pemeriksaan itu sesuai prosedur dan amat penting untuk mengetahui apakah si anak menderita meningitis dan apa jenis bakterinya,” ujarnya. (EVY)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s