Strategi Perut Kencang di Usia 30 Plus

Standard

KOMPAS.com – Kita sering mendengar bahwa metabolisme yang melambat setelah usia 30 sama seperti mendapat kartu mati untuk meraih tubuh ramping. Apalagi bila kita sudah punya anak. Sepertinya, pupus sudah harapan untuk punya perut rata dan kencang.

Namun menurut Dave Nuku, personal trainer untuk reality show The Biggest Loser Asia (TBLA), dengan pola hidup yang tepat, semua mitos itu bisa dipatahkan. Misalnya saja, tentang beberapa perempuan yang lebih mudah gemuk, sedangkan yang lain bisa gampang menurunkan berat badan. Apakah hal ini hanya masalah genetik?

Dave mengatakan, kegemukan juga bisa disebabkan gaya hidup. Misalnya, mengonsumsi terlalu banyak makanan instan atau mengasup kalori lebih dari yang dibutuhkan. Bukan hanya itu, kita juga malas bergerak dan berolahraga. Atau, menggunakan segala kesempatan untuk tidak bergerak. Naik elevator ketimbang naik tangga. Duduk sepanjang hari, naik mobil untuk membeli roti di toko yang jaraknya dekat. Padahal, jarak toko itu hanya 5 menit berjalan kaki. Dalam jangka waktu lama, ini bisa menyebabkan kegemukan.

Benarkah perempuan juga lebih sulit menurunkan berat badan ketimbang pria?

"Pria memang punya sedikit keuntungan karena massa ototnya lebih banyak. Ini membuat mereka lebih mudah membakar lemak. Tapi, bukan itu penyebab jumlah wanita obesitas jadi lebih banyak," paparnya.

Masih banyak perempuan yang merasa tidak mampu atau tidak mau melakukan beberapa jenis olahraga, misalnya latihan kekuatan atau angkat beban. Takut tubuhnya jadi terlalu berotot. Padahal, latihan kekuatan sangat bagus untuk membakar kalori.

Aturan menurunkan berat badan bagi pria dan wanita sebenarnya sama. Kuncinya adalah berolahraga. Lakukan kardio, latihan fleksibilitas, dan latihan kekuatan. Tidak ada yang terlalu berat atau terlalu ringan, yang ada sesuaikan porsi dengan tujuan. Jangan lupakan juga mengatur asupan makanan yang seimbang.

Untuk Anda yang bermimpi memiliki flat belly, Dave Nuku punya kiat latihan sederhana dalam merampingkan atau mengencangkan perut. Gerakan ini biasa dilakukan saat latihan yoga atau pilates, namun Anda tak perlu mengikuti kelas yoga untuk melakukannya.

"Lakukan crunch 20 kali sebanyak 3 set. Bridge position selama 30 detik. Lalu, side plank positionselama 30 detik. Lakukan ini setiap hari," katanya.

Bagaimana, Anda siap mencobanya?

(Lily Turangan/Prevention Indonesia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s