Tubuh Gemuk dan Risiko Penyakit

Standard

Kompas.com ā€” Jika berat tubuh Anda naik, bukan cuma lemak tubuh yang bertambah, melainkan juga risiko terkena berbagai penyakit. Itu karena kondisi-kondisi yang dapat membuat seseorang lekas tua, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan nyeri, terkait erat dengan kehadiran lemak berlebih.
Dalam menentukan berat normal, Anda bisa menggunakan indeks massa tubuh (IMT) yang membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Nilai melebihi 25 sudah dianggap kegemukan (overweight) dan obesitas jika nilainya melebihi 30. Selain menghitung IMT, Anda juga bisa mengukur kegemukan dari lingkar perut. Untuk wanita, maksimal adalah 80 cm dan 90 cm untuk pria.
Selain membuat tubuh jadi tidak lincah, tumpukan lemak di dalam tubuh akan mengundang datangnya penyakit. Sama dengan bagian tubuh lain, jaringan lemak juga membutuhkan oksigen dan zat makanan dari darah. Dengan meningkatnya kebutuhan akan oksigen dan zat makanan, maka jumlah darah yang mengalir ke seluruh tubuh tentu harus meningkat juga. Maka, meningkat pula risiko terjadinya tekanan darah tinggi.
Kelebihan lemak juga dihubungkan dengan meningkatnya kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan trigliserida. Dengan berjalannya waktu, perubahan lemak darah ini ikut berperan dalam pembentukan timbunan lemak (plak) pada arteri. Kondisi ini disebut aterosklerosis yang bisa membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke.
Diabetes tipe 2 juga berhubungan erat dengan kelebihan berat badan. Kelebihan lemak akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan tubuh menyeimbangkan gula darah.
Selain penyakit kardiovaskular, menurut dr Johanes Tjandrawinata, SpGK dari RS Boromeus, Bandung, ada beberapa jenis kanker yang terkait dengan kelebihan berat badan. "Pada perempuan, misalnya kanker payudara dan kanker kandungan. Sedangkan pada pria obesitas, risikonya lebih besar terkena kanker pankreas dan batu empedu," katanya.
Yang harus diketahui adalah penurunan berat badan sekecil apa pun pasti ada manfaatnya. Jika Anda termasuk obesitas, maka menurunkan berat badan sebanyak 10 persen saja akan memberi efek positif pada kesehatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s