Rasa Nyeri

Standard

nyri

Cermin Dunia Kedokteran 26

Tiada hewan yang tidak berontak bila disakiti. Tapi manusia memang aneh. Ada yang menjerit bila kesakitan, ada yang diam saja, sebagian lagi bahkan merasa nikmat, seperti kaum masochistik. Itu polareaksinya. Terhadap persepsi nyeri itu sendiri juga ditemukan demikian banyak variasi. Ada orang yang telah merasa sakit dengan rangsang nyeri yang sedikit saja; di pihak ekstrim lain dapat dipertanyakan: apa yang dirasakan oleh seseorang yang mandi minyak mendidih (dalam keadaan trance)? atau yang tidur di atas paku-paku? Rasa nyeri masih tetap menjadi teka-teki, juga pada masa kini ketika dunia kedokteran telah merasa demikian maju. Namun sedikit demi sedikit bertumbuh juga pengertian kita akan rasa nyeri. Dan konsep-konsep pun datang silih berganti. Bila dulu analgesia akupunktur dianggap hanya sebagai efek “plasebo”, kini ada data-data ilmiah yang menunjukkan mekanisme kerja akupunktur, yang diduga kuat dimediasikan lewat endorphine (Baca artikel dr. Husniah R). Dan plasebo tidak hanya bekerjalewat “mekanisme kejiwaan”, tapi juga di-mediasikan lewat endorphine! Jadi, anggapan dahulu itu tidaklah terlalu salah, hanya pengertiannya berbeda. Dalam fisiologi nyeri kini muncul konsep tentang peranan prostaglandin, cyclic AMP, dan ion kalsium. Yang terakhir ini perlu mendapat perhatian lebih banyak, karena kini muncul obat-obat baru yang berfungsi sebagai antagonis kalsium tersebut.

Sila mengunduh melalui link ini

dragus.cn, other pieces of mine

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s