Squad UGD berkurang drastis ..

Standard

Saya menulis ini untuk berterima-kasih, mengenang dan tentu saja menjadikan ini sebagai catatan pengabdian mereka untuk Puskesmas Krejengan.

Tahun 2005 adalah awal perekrutan perawat di Puskesmas Krejengan, yang akhirnya menjadikan Puskesmas Krejengan terkenal sebagai sasaran untuk magang oleh perawat-perawat yang baru saja lulus dari sekolah dan belum mendapatkan pekerjaan. Mengenang masa itu, seingat saya adalah pada saat kami punya keharusan untuk mulai entry data ke SIMPUS. Cerita tentang Simpusnya tentu sudah banyak dibuat postingan. Tapi orang di belakang layarnya sebagai operator adalah para perawat. Mereka adalah Dwi Astutik Wulandari (ndari), Istiqamah (Isti) dan Halimatussadiyah (Lia). Saat itu kami belum lah lagi mempunyai rawat inap. Tapi sebuah ruangan yang diadakan swadana sudah mulai disulap menjadi tempat rawat inap. Di tahun yang sama, saya mengajukan usulan untuk menambah bentuk pelayanan berupa UGD dan Rehidrasi Center (3 bed). Usulan yang memang pada waktu itu tidak meminta biaya kepada Dinas Kesehatan serta merta disetujui dan di dalam disposisi Kadinkes waktu itu diminta untuk mengembangkan ke arah Puskesmas Rawat Inap.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Tahun 2006 dimulai pembangunan gedung dan pada tahun yang sama Rehidrasi Center kami laku keras. Kami beruntung waktu itu kinerja Rumah Sakit, yang jaraknya kurang lebih 10 KM dari sini, sedang jelek-jeleknya. Perubahan perilaku perawat sulit sekali pada waktu itu sehingga mereka menderita menurunnya kepercayaan, mengingat tahun itu keterbukaan, pelayanan prima dan minat terhadap kesehatan sudah meningkat. Kamipun mulai menambah squad, meski waktu itu baru cuma punya 3 bed. Mas Imam (Imam Syafii) yang mulanya perawat Rumah Sakit di Surabaya, serta Hanif Mualafatu Erva (Erva) bergabung. Nyaris setiap hari bed yang cuma 3 itu penuh, bahkan sesekali ada yang dirawat di ruang UGD yg masih sempit dan poli umum. Semua dimanfaatkan.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Akhir 2007 kami punya gedung baru. Dan diisi 8 bed. jadi total kami punya 11 bed. Pada akhir tahun itu pula sanitarian yang tadinya menempati rumah dinas paramedis selesai membangun rumah di desa dekat puskesmas ini dan memberikan kami kesempatan untuk merubah fungsi rumah tinggal menjadi ruang Poli KIA, Gizi dan PONED (Kamar Bersalin). Ruang yang dulu dibangun swadana akhirnya saya tempati sebagai kantor Kepala Puskesmas. Tahun itu ratio bed dan perawat masih 2 : 1 lebih-lebih dikit lah. Tapi perkembangan menjadi rawat inap belum selesai. Meski bertambah cukup signifikan bed, BOR tahun itu masih 90% lebih. Dan ini tentu saja kurang sehat. Itu pula yang saya ajukan dan kembali mendapatkan respon positif berupa perluasan lagi fasilitas rawat inap. Waktunya squad ditambah. Ngga tanggung2 kami langsung merekrut 11 perawat.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Mereka adalah

  • Ahmad Fauzan (Ochan)
  • Sariyanto (Sari)
  • Idom Dofi (Idom)
  • Syifaurrahmah (Fa-u)
  • Rini Astutik (Rini)
  • Yayuk (Yayuk)
  • Luluk Lindi Eliana (Luluk)
  • Farid Dian W (Farid)
  • Vivin Wulandari (Vivin)
  • Yulia Wahyu (Yulia)
  • Herzudin Zain (Zen)

16 orang memang waktu itu cukup banyak. Ini harus kami lakukan karena selain dibebani melakukan Keperawatan di Puskesmas mereka juga diterjunkan ke desa-desa yang sulit pelayanan. Dengan itu mereka mendapatkan transport perjalanan. Tentu saja belum mencukupi UMR, akan tetapi setidaknya magang di Puskesmas Krejengan ada yang bisa dibawa pulang. Jadwal jaga mudah diatur karena squad mencukupi

Berjalan waktu beberapa perawat magang dii UGD ini berubah status pegawai menjadi kontrak. Dan kamipun mulai kehilangan satu demi satu. Mulai dari Zen yang ditugaskan Pemda ke Rumah Sakit, kemudian Yulia yang mendapatkan pekerjaan di RSUD Kota Probolinggo. 2 orang tahun 2008 hilang.

Kemudian disusul tahun 2009, UGD serasa bedol desa. Tahun itu dimulai dengan diterimanya 3 orang perawat sebagai CPNS (Ndari, Luluk dan Farid) dan kebetulan mereka tidak lagi bertugas di Puskesmas dalam SK Penempatan. Kemudian diakhir tahun giliran mas Imam yang mulai merasa berat dengan jauhnya tempat tinggalnya dengan puskesmas. Akhirnya mengundurkan diri juga. 4 orang hilang. Squad tinggal berisi 10 orang.Crying face

Tahun 2010 meski ada perubahan status kepegawaian, Fau dan Vivin diterima CPNS akan tetapi masih tetap bisa dipertahankan. Dan kami mulai kesulitan untuk mengatur jadwal Jaga di UGD dan Rawat Inap. Maklumlah, sebenernya mereka diperlukan untuk ikut melaksanakan keperawatan komunitas juga agar program CHN dan transport mereka bisa dikeluarkan. Untungnya perubahan kebijakan yang memperbolehkan penggajian secara tidak langsung melalui pendapatan retribusi bisa dilakukan sehingga akhirnya perawat UGD pun sekarang hanya melaksanakan keperawatan di UGD dan Ranap saja. Tahun ini aman.

2011, kembali bedol desa, padahal ini baru awal. Sad smile Dan mau tidak mau ini jadi tahun kemerosotan kinerja UGD. 3 orang diterima menjadi perawat Ponkesdes. Dan sayangnya tidak bisa kami kembalikan ke Puskesmas. Mereka ditugaskan di 3 kecamatan yang berbeda. Lia, Isti dan Yayuk yang keluar. Lia dan Isti adalah angkatan pertama di Puskesmas ini. Masuk dari tahun 2005. Dan sudah pasti internalisasi mereka sudah sangat kuat. Namun bagaimanapun mereka mendapatkan kemajuan dalam bekerja. Meski saya merasa sayang, kehilangan orang-orang yang internalisasinya kuat, tapi saya juga harus memikirkan perkembangan karir mereka.

Yah itu dia tahun ini kami akan berhadapan dengan muka-muka baru. Saya tidak akan membiarkan mereka, dalam kesulitan mengatur jadwal jaga, terlebih mengurus pasien, yang sekarang sudah 21 bed dan terisi dengan BOR berkisar 50-60%.

Selamat jalan teman-teman. Semoga sukses bertugas di tempat yang baru. Jasa kalian merintis rawat inap dan UGD di Krejengan tetap akan terpatri, setidaknya di blog ini. Winking smile Buat yang masih setia bertugas, tetap semangat !!!

dragus.cn, other pieces of mine

Advertisements

One thought on “Squad UGD berkurang drastis ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s