Imunisasi

Standard


Angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit menular yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi masih cukup tinggi, yaitu sekitar 120.000 setiap tahunnya. Untuk mencegah kematian, kesakitan dan cacad pada anak telah dilaksanakan Pengembangan Program Imunisasi (PPI) yang dimulai sejak tahun 1977 dengan vaksinasi BCC, DPT dan TT. Pada tahun 1980 vaksinasi polio masuk dalam kegiatan tersebut dan yang terakhir vaksinasi campak pada tahun 1982. Sasaran cakupan imunisasi lengkap pada Pelita IV adalah 65%, yaitu anak pada usia satu tahun telah mendapatkan imunisasi dasar BCG 1 kali, 3 kali DPT, 3 kali Polio dan 1 kali Campak Kemajuan PPI tampak jelas, pada awal kegiatan hanya meliputi 55 kecamatan, sedang-kan pada saat ini telah 5129 dari 5334 Puskesmas (96%) di Indonesia memberikan pelayanan imunisasi lengkap. Tetapi hasil survai menunjukkan hanya 33% bayi yang mendapat imunisasi lengkap; umumnya pemberian vaksinasi Polio dan DPT hanya 2 dosis dengan angka drop out yang cukup tinggi. Sedang pada wanita hamil, walaupun yang datang untuk antenatal care mencapai 86%, hanya 51% dari mereka yang mendapat vaksinasi TT lengkap. Hal itu karena pada umumnya para ibu baru datang untuk vaksinasi pertama pada kehamilan 8 bulan. Di daerah KLB difteri, anak yang telah mendapat imunisasi lengkap masih dapat terserang; dan setelah sembuh dari penyakitnya, memiliki titer zat anti yang rendah. Karena itu setelah pem-berian ADS pada anak yang dirawat di rumah sakit, pemberian vaksinasi difteri masih dirasa perlu. Kendala yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung PPI adalah dalam hal pe-nyediaan tenaga yang memadai, vaksin dan peralatan yang tepat guna. Perbaikan pelaksanaan operasional di lapangan antara lain degradasi vaksin, dosis, teknologi baru penyatuan vaksin, strategi yang kontinu, murah, bermanfaat dan potensi masyarakat perlu pula mendapat per-hatian. Masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan PPI, adakalanya perlu dipecahkan melalui penelitian. Berbagai penelitian telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia. Pada awal pelaksanaan program, hasil penelitian belum mendapat perhatian, tetapi pada tahun-tahun terakhir ini mulai dirasakan pentingnya. Pada hakekatnya terdapat korelasi antara aspek operasional dan penelitian, dengan perhatian pada strategi, jadwal imunisasi dan dosis serta waktu imunisasi agar tercapai pe-ngurangan biaya dengan pencapaian hasil yang maksimal. Sampel yang representatif masih perlu mendapat perhatian. Penelitian-penelitian yang masih perlu dilakukan antara lain peran-serta masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan imunisasi, cara diagnosis cepat/dini dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Hal-hal di atas merupakan sebagian dad kesimpulan Simposium Imunisasi yang telah diadakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI beberapa waktu yang lalu, yang makalah-makalahnya menjadi sebagian edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini. Di akhir halaman, kami cantumkan Indeks Karangan yang telah diterbitkan sepanjang tahun 1990, semoga bermanfaat. Akhirnya, Selamat Hari Natal 1990 dan Tahun Baru 1991; mudah-mudahan di tahun mendatang Cermin Dunia Kedokteran dapat lebih memuaskan para sejawat sekalian.
[CDK 65]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s