Jas Merah

Standard

Yang saya hormati :

  1. Lintas Pak Camat dan Muspika Kecamatan Krejengan
  2. Lintas Sektor Kecamatan Krejengan

Yang saya hormati Bapak Kepala Puskesmas Krejengan,
Seluruh Staf Puskesmas Krejengan yang saya cintai dan saya banggakan.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur tak terhingga kepada Allah swt karena akhirnya kita bisa juga bersua dalam acara pisah kenal Pimpinan Puskesmas Krejengan, puskesmas besar yang sama-sama kita cintai ini.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, nabi Muhammad saw.

Secara resmi dan simbolis acara serah terima jabatan telah diadakan pada tanggal 7 Februari 2013 Pada saat saya dan pak Hanafi mendapatkan perintah tugas untuk di tempat masing-masing sekarang berada.

Secara tidak resmi kita juga sudah mengadakan acara pisah kenal pimpinan baru di Puskesmas ini pada tanggal 18 Februari 2013 yang lalu. Namun puskesmas Krejengan punya kebiasaan baik menghormati siapapun yang selesai bertugas dari Puskesmas ini dengan acara perpisahan seperti ini.

Saya pernah mengalami banyak pisah kenal dari staf puskesmas ini pada saat saya jadi pimpinan di sini, tidak kurang :

  • 1 orang dokter kedua
  • 5 orang dokter internship (rani, elok, nia, ratih, jati)
  • 2 orang dokter gigi
  • Perawat dari zamannya pak Fauzi sampai Ndari dan teman-teman tahun 2011, ditambah beberapa kontrak yang berakhir.
  • Bidan dari zamannya bu Bidan Cut Saudah tahun 2005 sampai dengan Halimah di tahun 2011 dan beberapa Bidan PTT yang juga berakhir kontraknya.
  • Perawat Gigi, Laboran, dan beberapa orang lagi yang juga meninggalkan Krejengan dengan berbagai sebab.

Saya teringat salah satu pertanyaan yang diujikan kepada saya dari Dr. Budi Rahaju kepada saya pada saat beliau dulu datang ke Puskesmas ini tahun 2007 “apakah saya akan memberikan kesempatan kepada perawat untuk mendaftarkan diri pada program di Papua dengan gaji yang lebih besar?” Kata saya waktu itu “berat, karena kita baru mulai bebenah” tapi jawabannya tentu saja harus iya. Sebagaimana yang sering dikemukakan dalam acara-acara mutasi atau serahterima jabatan.

“mutasi adalah hal yang biasa”

… Puskesmas Krejengan adalah puskesmas yang besar. Saya tidak hanya bicara masalah luas bangunan karena sekarang ada di puskesmas yang lebih mini. 😀 Tetapi dari segi jumlah staf, jumlah sumberdaya sarana prasarana, dan program-program yang diemban Puskesmas ini adalah program-program yang membutuhkan perhatian besar. Saya akan menyampaikan progress report pada saat saya menjabat sebagai kepala puskesmas di Kecamatan ini. Cara penyampaian ini saya tiru dari pidato terakhirnya Bapak Hasan Aminuddin pada saat apel korpri terakhir yang dipimpin beliau.

Progress Report –  Manajemen Organisasi

Personalia/kepegawaian.

Saya adalah dokter ke-12.

  • Dr. Muhidin Razak (1976-1977)
  • Dr. RI Wiryono (1978-1980)
  • Dr. Johan Candanarum (1980-1982)
  • Dr. Bambang Sarwono (1982-1985)
  • Dr. Hariadi Santoso (1985-1987)
  • Dr. Endang Astutik (1987-1993)
  • Dr. R. Gatot Rahardjo (1993-1996)
  • Dr. AA. Sagung Savitri (1995-1999)
  • Dr. Dwi Wulandari (1999-2001)
  • Dr. Rio Hardianto (2001-2002)
  • Dr. Mujiati Dwi Yuniarti (2002-2003)
  • Dr. Agus Ciptosantoso N. (2003-2013)

Pada saat saya masuk staf induk bisa dihitung dengan jari tangan (bu Tjut, pak Manan, bu Lis, pak Yatim, bu Titik, pak Pandi, bu Made, Febri, pak No dan ma Q), di desa : bu Bibit, pak Fauzi, bu Sol, Halimah, Nurul, Sri (pindah), Umi, pak Yono, Azizah, Avif, Sisma, Supre (mba Prita) dan Asih.

Dari segi jumlah sekarang puskesmas Krejengan sudah jauh melampaui masa itu. Penambahan jumlah itu sangat penting untuk kemungkinan meratanya pekerjaan. Di Kraksaan, dengan wilayah lebih besar (18 desa) saya cuma punya 42 staf termasuk saya sendiri. Disini jumlahnya sudah mendekati 60.

Meskipun rawat inap, tapi perawat di ranap saja sebenarnya masih kurang karena yg desa juga sekarang harus ikutan jaga malam. Karena itu saya sebut besar. Karena kelak kalau standar-standar dipenuhi puskesmas ini pasti akan lebih riuh dengan penghuninya. Yang PNS juga bertambah banyak, dan semoga kelak bisa semua yang bekerja disini mendapatkan gaji yang layak diatas UMR. Aamiin.

Keberhasilan dari personalia juga adalah tersusunnya analisis WISN (workload indicators staff need) yaitu kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja. Terakhir disusun tahun 2010. Karena tidak diminta lagi oleh dinas maka akhirnya ditinggalkan. Padahal ini metode mutakhir yang belum ada gantinya. Bandingkan dengan DSP 1990. Dasar hukum WISN adalah tahun 2008. Jadi lebih update. Pada waktu itu saja WISN dokter misalnya 2,7. Artinya perlu sedikitnya 3 orang dokter di kecamatan ini.

Angan-angan saya didalam urusan Personalia ini adalah : ada yang mau mempelajari berkas-berkas WISN tahun 2009-2010 tersebut. Dan terus melakukan analisis beban kerja tersebut.

Finansial

  • Dari yang targetnya hanya belasan juta. Sekarang bisa mencapai ratusan juta.
  • Dari yang dulu tidak tertib, di tahun 2012 kita sudah sesuai dengan perda 12/2010. Tidak ada pungutan, tidak ada pendapatan sesuai perda yang tidak disetorkan.
  • Bahkan karena sistem informasi bagus, maka keberhasilan tahun 2012 bisa mencapai setara dengan 3 puskesmas besar lainnya.
  • Keberhasilan lainnya adalah tersusunnya pola remunerasi jasa pelayanan. Pola pembagian ini baru dikembangkan di Kabupaten dari tahun ini. Kita sudah menjalaninya sejak tahun 2008. Bahkan versi Dinas sekarang masih belum lengkap dengan bagaimana menghitung poin, kita malah sudah sampai kesana dari dulu.
  • Pesan saya : tetap utamakan akuntabilitas. Semua penghasilan dan penggunaan finansial harus mampu telusur.

Sarana Prasarana

  • Puskesmas makin besar. Dari sebatas bangunan induk sekarang sudah nyaris habis tanah yang bisa digunakan untuk pengembangan.
  • Pemeliharaan memang makin sulit sekarang ini. Banyak bangunan kita yang sudah rusak. Saya sangat bersyukur yang ditugasi di sini adalah pak Hanafi karena beliau punya kelebihan yang tidak saya punyai. Beliau sangat memperhatikan dengan sarana-prasarana. Sekarang bangunan induk saja sudah berubah bungkus baru 2 ½  bulan saya tinggalkan.
  • Semoga perhatian pak Hanafi juga terus bisa diarahkan kepada bangunan-bangunan di desa. Hutang saya yang belum terlunasi adalah pustu-pustu yang sekarang sudah lama sekali belum mendapatkan pemeliharaan. Polindes dan Ponkesdes adalah milik desa, tapi Pustu adalah milik Dinas Kesehatan.
  • Alat-alat kesehatan juga makin berkembang dan memerlukan perhatian yang tidak sedikit :
    • Alat medis di UGD dulu diberikan sangat lengkap.
    • Alat di PONED juga demikian
    • Alat masak di TFC dan ranap.
    • Yang terbaru adalah alat untuk ASI juga sudah terinstalasi.
    • Komputer puskesmas ini adalah terbanyak yang dimiliki oleh puskesmas. Itu saja masih dirasakan kurang.
    • Ambulance-nya sejak di dapat sampai saya berakhir jabatan rutin menghasilkan pendapatan dari rujukan ke luar kota.
    • Semua itu perlu pemeliharaan yang tidak sedikit. Semoga puskesmas ke depan juga bisa tetap istiqamah menyediakan dana untuk perbaikan dan pemeliharaan tersebut.

Methode

  • Puskesmas ini juga kaya dengan pelatihan dan berbagai pendampingan.
  • Tidak kurang dari mulai pelatihan peningkatan mutu sejak mulai QA, ISO-like, Prospek, WISN, dan yang paling lama dari tahun 2009-2012 mendampingi Puskesmas Krejengan adalah Puskesmas Entrepreneur dengan pendampingan dari FKM Unair.
  • Puskesmas Entrepreneur mengajarkan kepada kita berpikir wirausaha adalah tidak mudah menyerah dalam keadaan sulit.
  • Mungkin sekali terjadi masalah kesehatan, mungkin sekali terjadi gesekan antara staf, mungkin sekali terjadi tekanan manajemen, baik pimpinan di tingkat manapun, yang kadang menyebabkan kinerja kita menjadi tidak nyaman, tidak leluasa dan kurang inovatif.
  • Selayaknyalah sebagai penyandang nama puskesmas entrepreneur, Puskesmas Krejengan mampu untuk menjadikan komunikasi menjembatani antara masyarakat dengan tuntutan program, antara staf yang sangat lumrah punya kepentingan sendiri-sendiri, dan advokasi kepada pimpinan dalam strata yang manapun untuk menjadi perbaikan diri.
  • Menjadikan puskesmas ini makin bersinar di masa-masa yang akan datang.

PROGRAM

  • Puskesmas yang besar seperti Krejengan ini pasti juga akan mendapat tuntutan yang lebih untuk menggapai target-target yang kadang skalanya internasional
  • Semisal adalah MDG’s 2015 dan Indeks Pembangunan Manusia. Target capaian MDG’s cukup jadi tantangan, mengingat sekarang sudah akan jadi sorotan dengan kematian ibu yang menjadi salah satu indikatornya malah terjadi setelah 2 tahun kosong.
  • Tahun-tahun saya memimpin disini ada 6 tahun yang tidak ada kematian ibu. Sisanya seperti siklus 3 tahunan. Tahun 2007 ada 3, tahun 2010 ada 3 dan sekarang tahun 2013 sudah terjadi 2 kematian.
  • Harapan saya ini harus jadi perhatian bersama, bukan hanya Kesga tapi juga semua yang terkait menjaga target-target ini untuk tidak terus melonjak
  • Kematian anak balita, bayi dan bayi baru lahir, dan kematian intrauterine juga belum bisa saya nolkan pada saat saya masih disini.
  • Tidak berlebihan kiranya saya mengharap dibawah kepemimpinan pak Hanafi kegiatan-kegiatan yang rutin dan inovatif mampu dihadirkan untuk menghilangkan 2 indikator utama baik MDG’s maupun HDI diatas.
  • Selain itu gizi buruk juga masih menjadi masalah yang tidak boleh diabaikan. Terlebih lagi sebagai puskesmas mampu TFC. Jangan sampai pelatihan dan sarana yang sekarang dimiliki menjadi tidak bermanfaat untuk memberikan pelayanan.
    • Pesan saya tetap adakan penjaringan rutin BGM di Puskesmas Seperti biasanya setiap tahun. Lebih bagus kalau setiap ketemu BGM bisa langsung dibawa ke Puskesmas
    • Unsur manajemen bisa mencari dana-dana yang mungkin diserap untuk penatalaksanaan gizi buruk di Puskesmas TFC. Sehingga puskesmas ini bisa terus menjadi pelopor (pioneer) penatalaksanaan gizi buruk di Kabupaten Probolinggo ini.

Keberhasilan-keberhasilan kita pada 10 tahun saya di Puskesmas Krejengan, semoga bisa terus di kembangkan menjadi keberhasilan2 baru di masa yang akan datang.

Kegagalan dan kesalahan saya dalam manajemen di Puskesmas ini juga jangan tabu untuk disampaikan dan dibahas kepada pimpinan baru. Barangkali saja itu merupakan celah untuk peningkatan kinerja di masa depan.

Puskesmas ini sudah mengajarkan banyak hal, kalau bukan segalanya tentang Puskesmas kepada saya. Dan ilmu ini pasti berguna di tempat tugas saya yang baru. Saya mohon doa semoga saya juga bisa membawa Puskesmas Kraksaan mengalami perubahan sesignifikan perubahan di Krejengan ini.

Akhirnya semoga kebersamaan, komunikasi dan sama-sama mau berubah untuk menjadi lebih baik di Puskesmas Krejengan ini terus dipelihara. Semoga apa yang saya sumbangkan 10 tahun terakhir ini ada manfaat untuk terus berjaya di masa-masa depan. Hanya Allah yang bisa mengilhami kita dengan perbuatan-perbuatan yang menjadikan kita sukses, tapi kesalahan adalah pilihan dari manusia. Demikian juga saya, bila lebih itu karena Allah semata bila kurang itu adalah kesalahan saya pribadi.

Wallahu muwwafiq illa aqwamit thariq
Wabillahi taufiq wal hidayah wal ridha wal inayah.
Ihdinasshiratal mustaqim. Wassalamu’alaikum wr. wb.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s