Berhubung panjang terpaksa saya bikin disini aja untuk jawab yang ini
Sebenernya yang bikin laku itu bukan petanya mas jojok, memang kalo di tataran ka puskesmas ke atas enak kalo bisa lihat peta/sebaran, tapi kalo bicara di tingkat bidan maka yang paling penting 2 hal ini : PWS dan KOHORT
Terus terang aja nih phillips terang terus dua hal itu kegiatan bidan yang paling ribet dari kegiatan pelaporan KIA. Bikin mudah 2 hal ini .. mas Jojok akan jadi pujaan bidan-bidan se-tanah air.
Keberhasilan dari SIMPUS-KIAnya Ngawi terutama karena data yang dihasilkan berhasil diterjemahkan dalam PWS dan KOHORT.
-
PWSnya biasa banget. Tapi akhirnya setelah dipersentase terbentuk juga petanya. Yang penting disini adalah jangan lupa bikin form untuk angka-angka proyeksi. karena tiap kecamatan beda jumlah desa dan beda juga pembagian angka proyeksi, jadi mesti dibuat luwes.
-
Sedangkan Kohortnya masih berbeda dengan yang diharapkan oleh pelatihan pengisian Kohort Ibu. Kalo mas jojok lihat kohort ibu di puskesmas mumet dengan tanda-tanda dan warna-warni. itu belum bisa di buat dengan program sesederhana Access, karena itu expektasi saya kepada SIMPUS KIA mas jojok lebih ..
Ini adalah indikator yang dipakai beserta Definisi Operasionalnya PWS (Pemantauan Wilayah Setempat)
PWS - ini meliputi komponen (semua dalam persen) :
-
Indikator Ibu
-
K1 adalah jumlah semua ibu hamil yang periksa pertama kali dibagi proyeksi jumlah ibu hamil
-
K4 adalah jumlah semua ibu hamil yang periksa 4 kali dibagi proyeksi jumlah ibu hamil.
Pemeriksaan 4 kali harus ikut formula 1-1-2 (tribulan pertama 1 kali, tribulan kedua 1 kali, tribulan ketiga 2 kali) Jadi biarpun periksa sudah lebih dari 4 tapi dimulai dari trimester II maka ngga akan ketemu K4nya. -
Deteksi Risti oleh tenaga kesehatan, jumlah ibu hamil risti dibagi proyeksi jumlah ibu hamil.
yang dimaksud dengan risti adalah ibu hamil yang dideteksi dengan skor Puji Rohyati dengan nilai lebih dari 6 (Tentang Puji Rohyati akan saya bahas disini) di tambah ibu yang menderita
- pre-eklamsi/eklamsi,
- anemia,
- kekurangan energi kronis,
- ketuban pecah dini,
- perdarahan ante partum dan
- infeksi -
Resiko Tinggi ditangani. jumlah ibu hamil risti yang ditangani dibagi jumlah semua ibu hamil risti.
-
Persalinan oleh Tenaga Kesehatan adalah jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan (termasuk di dalamnya persalinan di Puskesmas dan Rumah Sakit) dibagi proyeksi jumlah ibu bersalin.
-
Kunjungan Nifas adalah jumlah kunjungan kepada Ibu Nifas (termasuk yang ditolong dukun bila ada) dibagi proyeksi jumlah ibu bersalin.
Kunjungan nifas bisa dikatakan telah dilakukan bila :
- Kunjungan telah dilaksanakan 3 kali
- 6 jam pp - 7 hari 1 kali
- 8 - 28 hari 1 kali
- 29 - 42 hari 1 kali
- Sudah dapat tablet Fe dan Vit A dlm 24 jam pp.
(meski prakteknya dilakukan bersamaan dengan kunjungan pada neonatalnya namun variabel yang digunakan berbeda)
-
-
Indikator bayi
-
KN1, berapa banyak bayi yang mendapat kunjungan dalam waktu 0-28 hari sebanyak 1 kali dibagi proyeksi jumlah bayi.
-
KN2, berapa banyak bayi yang mendapat kunjungan kepada neonatal dalam waktu 0-28 hari dibagi proyeksi jumlah bayi dengan kriteria sebagai berikut :
- Kunjungan 0-7 hari 2 kali
- Kunjungan 8-28 hari 1 kali -
Neonatal Risti ditangani. Banyaknya neonatal risti yang ditangani.
-
Bayi Paripurna, Jumlah bayi paripurna dibagi proyeksi jumlah bayi .
Bayi disebut paripurna bila :
- mendapat vit K1
- mendapat kunjungan KN2
- minimal 4 kali kunjungan dalam setahun
- - dapat vit A
- - dapat deteksi dini tumbuh kembang (DDTK)
- - dapat imunisasi dasar sampai dengan campak -
Balita Paripurna, Jumlah Balita paripurna dibagi proyeksi jumlah balita.
Balita disebut sebagai paripurna bila :
- Kunjungan minimal 2 kali dalam setahun
- Mendapatkan vit A 2 kali dalam setahun
- Diperiksa DDTK
-
KOHORT IBU - BAYI akan saya buat postingan sendiri disini.
Jangan buru-buru di-launching, tapi versi 0.9.0a nya boleh diujicobakan dulu, dan kalo boleh teman saya ini kayaknya minat ..
Ditulis dalam ide-ide, program, rencana | yang berkaitan KIA, PWS, SIMPUS | 3 Komentar »
Ada 2 acara khitan di Probolinggo. yang satu lupa .. yang lain emang acara tahunan pas liburan dan selalu dengan target yang banyak. Tahun ini targetnya 2000 peserta. Tapi kayaknya ngga nyampe deh .. pas waktu
Di tengah-tengah sambutan Gus Ipul, mendadak konsentrasi hadirin terbelah. Ini karena Ketua DPP PAN Sutrisno Bachir tiba. Dalam rombongannya tampak pula Rosalina Rasyidin. “Selamat datang Pak Sutrisno Bachir, yang juga sepenuhnya mendukung saya,” ucap Gus Ipul.