Puskesmas [dot] Info

One Piece from work .. Another from society

Apakah Mahasiswa Kedokteran terlindungi hukum?

images (2)

Dalam tahun 2011 ini Puskesmas Krejengan akan menerima internship. Awalnya pengertian saya sih internship ini sama dengan koass jaman saya. Artinya mereka sedang belajar di tempat mereka melaksanakan internship. Program ini memang baru saja diluncurkan. Dan berdasarkan banyak anggapan program ini dinilai kemajuan dari cara pendidikan kedokteran di Indonesia yang akan diarahkan mencetak dokter keluarga.

Internsip adalah pelatihan keprofesian berbasis kemandirian pada pelayanan primer guna memahirkan kompetensi, meningkatkan kinerja, dan menerapkan standar profesi pada pratik kedokteran setelah selesai pendidikan dokter dan uji kompetensi.

- Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia no 1/KKI/PER/I/2010 [download]

Peraturan Konsil Kedokteran INDONESIA NOMOR : 1 /KKI/PER/ I /2010 menjelaskan tujuan diadakannya program internship ini adalah

  1. Mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh selama pendidikan dan menerapkan dalam pelayanan primer
  2. Mengembangkan keterampilan teknis, klinis, pribadi dan profesi yang menjadi dasar praktik kedokteran
  3. Memikul tanggung-jawab pelayanan pasien sesuai kewenangan yang diberikan
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pembuatan keputusan profesional media dalam pelayanan pasien denganmemanfaatkan layanan diagnostik dan konsultasi.
  5. Bekerja dalam batas kewenangan hukum dan etika;
  6. Berperan aktif dalam tim pelayanan kesehatan multi disiplin
  7. Menggali harapan dan jenjang karir lanjutan; serta
  8. Memperoleh pengalaman dan mengembangkan strategi dalam menghadapi tuntutan profesi terkait dengan fungsinya sebagai praktisi medis.

Dan setelah melalui masa internship dan dianggap memenuhi persyaratan dokter yang mengikuti internship tersebut mendapat sertifikat dan STR untuk bisa berpraktek mandiri.

PENJELASAN SEORANG TEMAN YANG DOSEN

Apa sih bedanya koass dengan internship?

Internship sudah selesai koass, jadi ini istilah untuk dokter umum magang Winking smile

Lah kok kinyis-kinyis amat Surprised smile .. Berapa lama mereka internship?

Kinyis-kinyis soale sekarang SKed cuma 7 semester, koass cuma 4 dan 8 minggu, total 5 tahun selesai dokter. trus Internship 1 tahun.

Mereka harus magang di unit tertentu?

Ngga. Secara umum saja. Tujuannya kan jadi dokter keluarga.

PERMASALAHAN HUKUM

Nah sekarang yang jadi masalah dalam pikiran saya adalah dalam Undang-Undang Praktek Kedokteran No 29 Tahun 2004 [download] saya tidak menemukan istilah seperti koass ataupun internship atau dokter magang. Mereka dilindungi UU yang mana? Misalnya pada saat mereka melakukan kesalahan diagnosis, malpraktis, atau lainnya. Apakah dokter internship sudah bisa bertanggungjawab secara hukum sebagai seorang dokter?

Kalaulah di daerah seperti saya ini, berada jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan yang mencukupi dimana semua yang berbaju putih dan laki-laki disebut DOKTER dan yang perempuan disebut BIDAN. Tentu tidak akan masalah karena saya yakin dari keilmuan seorang dokter tentu akan lebih baik dalam menatalaksana pasien. Lah memang tugasnya. Tapi di daerah yang sedikit ke kota, sudah ada lho beberapa tuntutan terhadap malpraktis. Ambil contoh di Kota Probolinggo beberapa bulan ini ada tuntutan terhadap dokter gigi yang dianggap salah melakukan pencabutan gigi. Nah berarti kesadaran hukum terhadap salah praktek sudah makin meluas.

Oh ya .. saya menulis ini bukan bermaksud tidak menyetujui lho .. tapi sekedar wacana dan bener2 pengen tahu sisi keamanan baik petugas maupun pasien sebagai kliennya bagaimana. Mari kita diskusikan.

dragus.cn, other pieces of mine

Squad UGD berkurang drastis ..

Saya menulis ini untuk berterima-kasih, mengenang dan tentu saja menjadikan ini sebagai catatan pengabdian mereka untuk Puskesmas Krejengan.

Tahun 2005 adalah awal perekrutan perawat di Puskesmas Krejengan, yang akhirnya menjadikan Puskesmas Krejengan terkenal sebagai sasaran untuk magang oleh perawat-perawat yang baru saja lulus dari sekolah dan belum mendapatkan pekerjaan. Mengenang masa itu, seingat saya adalah pada saat kami punya keharusan untuk mulai entry data ke SIMPUS. Cerita tentang Simpusnya tentu sudah banyak dibuat postingan. Tapi orang di belakang layarnya sebagai operator adalah para perawat. Mereka adalah Dwi Astutik Wulandari (ndari), Istiqamah (Isti) dan Halimatussadiyah (Lia). Saat itu kami belum lah lagi mempunyai rawat inap. Tapi sebuah ruangan yang diadakan swadana sudah mulai disulap menjadi tempat rawat inap. Di tahun yang sama, saya mengajukan usulan untuk menambah bentuk pelayanan berupa UGD dan Rehidrasi Center (3 bed). Usulan yang memang pada waktu itu tidak meminta biaya kepada Dinas Kesehatan serta merta disetujui dan di dalam disposisi Kadinkes waktu itu diminta untuk mengembangkan ke arah Puskesmas Rawat Inap.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Tahun 2006 dimulai pembangunan gedung dan pada tahun yang sama Rehidrasi Center kami laku keras. Kami beruntung waktu itu kinerja Rumah Sakit, yang jaraknya kurang lebih 10 KM dari sini, sedang jelek-jeleknya. Perubahan perilaku perawat sulit sekali pada waktu itu sehingga mereka menderita menurunnya kepercayaan, mengingat tahun itu keterbukaan, pelayanan prima dan minat terhadap kesehatan sudah meningkat. Kamipun mulai menambah squad, meski waktu itu baru cuma punya 3 bed. Mas Imam (Imam Syafii) yang mulanya perawat Rumah Sakit di Surabaya, serta Hanif Mualafatu Erva (Erva) bergabung. Nyaris setiap hari bed yang cuma 3 itu penuh, bahkan sesekali ada yang dirawat di ruang UGD yg masih sempit dan poli umum. Semua dimanfaatkan.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Akhir 2007 kami punya gedung baru. Dan diisi 8 bed. jadi total kami punya 11 bed. Pada akhir tahun itu pula sanitarian yang tadinya menempati rumah dinas paramedis selesai membangun rumah di desa dekat puskesmas ini dan memberikan kami kesempatan untuk merubah fungsi rumah tinggal menjadi ruang Poli KIA, Gizi dan PONED (Kamar Bersalin). Ruang yang dulu dibangun swadana akhirnya saya tempati sebagai kantor Kepala Puskesmas. Tahun itu ratio bed dan perawat masih 2 : 1 lebih-lebih dikit lah. Tapi perkembangan menjadi rawat inap belum selesai. Meski bertambah cukup signifikan bed, BOR tahun itu masih 90% lebih. Dan ini tentu saja kurang sehat. Itu pula yang saya ajukan dan kembali mendapatkan respon positif berupa perluasan lagi fasilitas rawat inap. Waktunya squad ditambah. Ngga tanggung2 kami langsung merekrut 11 perawat.

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap Puskesmas Krejengan, Perawat UGD, Rawat Inap

Mereka adalah

  • Ahmad Fauzan (Ochan)
  • Sariyanto (Sari)
  • Idom Dofi (Idom)
  • Syifaurrahmah (Fa-u)
  • Rini Astutik (Rini)
  • Yayuk (Yayuk)
  • Luluk Lindi Eliana (Luluk)
  • Farid Dian W (Farid)
  • Vivin Wulandari (Vivin)
  • Yulia Wahyu (Yulia)
  • Herzudin Zain (Zen)

16 orang memang waktu itu cukup banyak. Ini harus kami lakukan karena selain dibebani melakukan Keperawatan di Puskesmas mereka juga diterjunkan ke desa-desa yang sulit pelayanan. Dengan itu mereka mendapatkan transport perjalanan. Tentu saja belum mencukupi UMR, akan tetapi setidaknya magang di Puskesmas Krejengan ada yang bisa dibawa pulang. Jadwal jaga mudah diatur karena squad mencukupi

Berjalan waktu beberapa perawat magang dii UGD ini berubah status pegawai menjadi kontrak. Dan kamipun mulai kehilangan satu demi satu. Mulai dari Zen yang ditugaskan Pemda ke Rumah Sakit, kemudian Yulia yang mendapatkan pekerjaan di RSUD Kota Probolinggo. 2 orang tahun 2008 hilang.

Kemudian disusul tahun 2009, UGD serasa bedol desa. Tahun itu dimulai dengan diterimanya 3 orang perawat sebagai CPNS (Ndari, Luluk dan Farid) dan kebetulan mereka tidak lagi bertugas di Puskesmas dalam SK Penempatan. Kemudian diakhir tahun giliran mas Imam yang mulai merasa berat dengan jauhnya tempat tinggalnya dengan puskesmas. Akhirnya mengundurkan diri juga. 4 orang hilang. Squad tinggal berisi 10 orang.Crying face

Tahun 2010 meski ada perubahan status kepegawaian, Fau dan Vivin diterima CPNS akan tetapi masih tetap bisa dipertahankan. Dan kami mulai kesulitan untuk mengatur jadwal Jaga di UGD dan Rawat Inap. Maklumlah, sebenernya mereka diperlukan untuk ikut melaksanakan keperawatan komunitas juga agar program CHN dan transport mereka bisa dikeluarkan. Untungnya perubahan kebijakan yang memperbolehkan penggajian secara tidak langsung melalui pendapatan retribusi bisa dilakukan sehingga akhirnya perawat UGD pun sekarang hanya melaksanakan keperawatan di UGD dan Ranap saja. Tahun ini aman.

2011, kembali bedol desa, padahal ini baru awal. Sad smile Dan mau tidak mau ini jadi tahun kemerosotan kinerja UGD. 3 orang diterima menjadi perawat Ponkesdes. Dan sayangnya tidak bisa kami kembalikan ke Puskesmas. Mereka ditugaskan di 3 kecamatan yang berbeda. Lia, Isti dan Yayuk yang keluar. Lia dan Isti adalah angkatan pertama di Puskesmas ini. Masuk dari tahun 2005. Dan sudah pasti internalisasi mereka sudah sangat kuat. Namun bagaimanapun mereka mendapatkan kemajuan dalam bekerja. Meski saya merasa sayang, kehilangan orang-orang yang internalisasinya kuat, tapi saya juga harus memikirkan perkembangan karir mereka.

Yah itu dia tahun ini kami akan berhadapan dengan muka-muka baru. Saya tidak akan membiarkan mereka, dalam kesulitan mengatur jadwal jaga, terlebih mengurus pasien, yang sekarang sudah 21 bed dan terisi dengan BOR berkisar 50-60%.

Selamat jalan teman-teman. Semoga sukses bertugas di tempat yang baru. Jasa kalian merintis rawat inap dan UGD di Krejengan tetap akan terpatri, setidaknya di blog ini. Winking smile Buat yang masih setia bertugas, tetap semangat !!!

dragus.cn, other pieces of mine

Sex Headache

90/365: The headache look (+13 things)

Image by Mr.Thomas via Flickr

Sex Headache, sakit kepala saat hubungan seks

Definisi

Sakit kepala ini timbul bersamaan dengan aktivitas seksual – khususnya saat orgasme. Anda mungkin mengalami sedikit rasa sakit pada kepala dan leher yang muncul saat rangsangan seksual meningkat. Atau, lebih umumnya, anda mengalami secara tiba-tiba, rasa sakit kepala yang parah sesaat sebelum atau saat orgasme.

Kebanyakan sakit kepala karena hubungan intim tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi pada beberapa kasus, dapat menjadi sesuatu yang serius, seperti masalah dengan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak.

Gejala

Ada dua tipe sakit kepala karena berhubungan intim.  Gejala umumnya adalah :

•    Tidak ada peringatan dan terjadi hanya beberapa detik saat orgasme
•    Sering digambarkan dengan denyutan atau rasa menusuk

Variasi lain dari sakit kepala karena hubungan intim adalah :
•    Sering dimulai dengan rasa sakit ringan pada dua sisi kepala
•    Menyebabkan pengetatan pada otot leher dan rahang
•    Terjadi bertahap setiap menit sebelum orgasme
•    Intensitasnya meningkat seiring dengan peningkatan ransangan seksual

Banyak sakit kepala karena hubungan intim berakhir dalam 30 menit. Atau mungkin bisa bertahan dalam beberapa jam. Banyak orang yang memiliki sakit kepala ini akan mengalaminya secara berangkaian pada beberapa bulan terakhir, dan kemudian pergi untuk setahun atau lebih tanpa sakit kepala ini.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Banyak tipe aktivitas seksual yang menyebabkan orgasme – seperti masturbasi, oral seks atau hubungan intim – dapat memicu sakit kepala karena hubungan seks.

- Slow-to-build sex headaches
Menegangnya otot kepala dan leher terjadi saat aktivitas seksual mungkin menyebabkan sakit kepala tipe ini terjadi selama beberapa menit sebelum orgasme.

- Abrupt sex headaches.
Variasi sakit kepala karena hubungan seksual terjadi mendadak pada saat orgasme mungkin disebabkan oleh :
•    Respon pada meningkatnya tekanan darah dan detak jantung saat orgasme
•    Pendarahan di dalam atau di sekitar otak (subarachnoid hemorrhage)

Kasus lain yang terkait dengan sakit kepala karena hubungan intim termasuk adalah:
•    Pendarahan pada dinding (dissection) arteri.
•    Stroke
•    Menggunakan beberapa obat-obatan, seperti pil KB
•    Infeksi sinus
•    Penyakit coronary artery
•    Pheochromocytoma
•    Glaucoma

Faktor risiko
       
Sakit kepala ini dapat terjadi pada setiap orang. Tetapi faktor risiko sakit kepala ini antara lain:
•    Laki-laki
•    Memiliki kecenderungan terhadap migrain

Pencegahan

Terkadang sakit kepala karena hubungan intim dapat dicegah dengan berhenti melakukan aktivitas seksual sebelum orgasme. Lebih pasif memainkan peran dalam melakukan hubungan intim juga dapat membantu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.